POINT SPEKTAKULER MENGUBAH PTK MENJADI BUKU


Resume Pertemuan ke- 6

Mengikuti program belajar menulis 20 hari itu sangat mengasyikan meski terkadang harus marathon dengan seabrek kesibukan menjadi seorang guru dan ibu rumah tangga, namun karena rasa hausku dengan ilmu, melupakan rasa letihku untuk tetap menulis resume hasil belajarku “di program belajar menulis”.

Materi yang disampaikan pada tanggal 21 Pebruari 2020 membahas tentang langkah-langkah mengubah penelitian tindakan kelas menjadi buku. Narasumber pada kesempatan kali ini adalah penulis sukses yang kemudian mengantarkan beliau menjabat sebagai Kepala Pusat
Pengembangan Profesi Guru (P3G) Jawa Timur, beliau adalah
Bapak Lukman Hakim yang akrab disapa Cak Lukman, profil lengkapnya bisa kita kunjungi di e-book beliau (halaman terakhir) pada link berikut ini:

Pengembangan Kreatifitas pada Pembelajaran Fisika

Aplikasi Mind Maping pada Pembelajaran Fisika SMK

Pengalamannya dalam menulis menorehkan banyak karya,  e-book pada link di atas merupakan salahsatu karya-karyanya, yakni tentang penelitian tindakan kelas yang beliau laksanakan dan selanjutnya ditulis dalam sebuah buku yang berjudul Pengembangan Kreatifitas pada Pembelajaran Fisika  dan  Aplikasi Mind Maping pada Pembelajaran Fisika SMK.

Untuk mengobati rasa ingin tahu tentang karya beliau, kita bisa kunjungi tulisan-tulisannya di FB: facebook.com/pakne.niswah

Beliau juga melengkapi pemaparannya tentang mengubah PTK menjadi BUKU dengan chanel youtube pada link berikut:

Kepiawaiannya beliau dalam menulis buku, menggugah kaum guru untuk terus berkarya dengan menulis banyak buku, khususnya buku yang ditulis berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas, yang akan memberikan bonus bagi guru dengan kenaikan pangkat.

Hasil pelaksanaan penelitian tindakan kelas, selain diseminarkan dengan angka kredit 4, juga bisa ditulis ke dalam artikel ilmiah dan diterbitkan sebagai jurnal ber ISSN dengan angka kredit 3, (untuk Jurnal Nasional), selain itu PTK juga bisa diubah menjadi BUKU, jika diterbitkan dan ber ISBN angka kreditnya 4(lihat di buku 4 dan buku 5 tentang Pedoman Penghitungan Angka Kredit).

Akan tetapi angka kredit yang akan kita peroleh menjadi kewenangan dari tim penilai angka kredit yang memberikan penilaian terhadap karya yang kita ajukan, adakalanya angka kredit yang kita hitung ternyata berbeda dengan perhitungan Tim Penilai Angka Kredit

Kita juga bisa memiliki buku kita berISBN, ketika buku kita lolos di sebuah penerbit, tentunya dengan biaya penerbitan yang bervariasi. Masing-masing penerbit memiliki kriteria penerbitan, misalnya ada yang menentukan minimal karya diterbitkan dengan 100 halaman, akan tetapi ada yang cukup 80 halaman, bisa diterbitkan, dan kriteria lainnya.

Demikian tulisan singkat saya, hasil resume pertemuan ke-6 di Program Belajar Menulis 20 Hari. Semoga bermanfat.

Resumer          : Meidawati
Narasumber     : Lukman Hakim

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SUNSET EKSOTIK DI TEPIAN KAYAN TANJUNG SELOR

Lokasi , atraksi utama, dan keunikan utama yang dimiliki