Minggu, 15 Maret 2020

Sekolah Penggerak Yang Mampu Menggerakan Sekolah


Pertemuan ke-19 (12 Maret 2020)
Narasumber     : Betti Risnalenni
Resumer          : Meidawati

Pencerahan kali ini dari Ibu Betti Risnalenni, beliau adalah seorang yang mengelola sekolah penggerak dan mampu menggerakan sekolah lainnya, seperti apa yang disampaikan oleh mas menteri Nadiem Makarim.

Sesuai dengan ajakan bapak menteri kita Nadiem Makarim, sekolah beliau sudah melakukannya walau hanya hal-hal kecil, dimulai dari tahun 2003, TK Insan Kamil berdiri, beliau mulai mengenalkan program unggulan aritmatika, karena beliau memulai membuat sekolah didahului dengan membuat kursus. Mas menteri, murid beliau waktu itu duduk di kelas 4.

Sejak beliau mendirikan TK, beliau menjadi Kepala Sekolah di TK beliau sendiri, tetapi beliau tidak hanya sebagai kepala sekolah di sekolahnya, juga menjadi pengurus di organisasi TK, waktu itu beliau menjadi bendahara IGTK Kecamatan, selain itu beliau juga di PAUD, menjadi sekretaris Himpaudi Kota selama dua periode, sebenarnya dengan organisasi, menjadi kendaraan kita untuk maju, beliau banyak belajar dari kegiatan organisasi, beliau sering mengikuti seminar atau dialog dengan orang-orang hebat. Kata pepatah, bila kita bermain dengan tukang minyak wangi kita akan kecepretan wangi. Begitu juga apabila kita berteman dengan orang pintar dan hebat, mudah-mudahan kita juga ketularan kepintaran dan kehebatannya.

Beliau juga senang mengikuti berbagai lomba, sekolah beliau sering mengisi kegiatan di lingkungan sekolah sampai kegiatan nasional, mengisi kegiatan di mal-mal juga dilakukan, melakukan kegiatan melibatkan sponsor juga beliau lakukan, kegiatan melibatkan dinas, beliau sering saling sharing dengan guru-guru, begitu juga dengan lingkungan, berbagi dengan guru lainnya

Bagaimana caranya menjadi sekolah penggerak dan menggerakkan sekolah lainnya?

Mulainya dari kita dulu, lingkungan yang terkecil, di sekolah beliau, beliau yang paling gigih, lalu beliau mengajak guru, orang tua, lingkungan  dan teman teman se profesi ( guru ). Awalnya mereka tidak mau diajak untuk bergerak, ada yang merasa sudah bisa, kalau kita melihatkan hasil, baru mereka kepingin. Jadi beliau senang mengikuti lomba itu karena pengen menunjukkan jati diri, tidak hanya sekedar omong doang ( omdo ).

Beliau melibatkan orang tua mengajar dalam kegiatan Hari Ultah Guru, disekolah beliau, sering melakukan kegiatan, tujuannya supaya anak tidak bosan belajar hanya dengan duduk di dalam ruang kelas saja. Tapi mereka bisa belajar dengan senang dan mencari cari informasi tentang materi pelajaran tersebut dan tidak terpasung di kursi saja, misalnya belajar IPS bisa dengan kegiatan bulan bahasa.

Sebagai kepala sekolah itu juga ada suka dukanya juga. Sukanya kalau lagi pada asyik dan menerima apa yang kita inginkan, tapi tidak jarang juga di tolak oleh guru dengan alasan capek, neka neko dll, begitu juga dengan suka duka sekolah penggerak. Sukanya , kita bisa berbagi ilmu yang kita punya. Bagi beliau ilmu itu kalau dibagi akan bertambah banyak dan kaya, bila disimpan saja maka ilmu itu akan hilang ( lupa ) begitu saja. Beliau juga bisa berbagi dengan mahasiswa beliau  yang seprofesi dengan beliau yaitu guru TK .

Bagaimana cara beliau menggerakkan guru-guru untuk maju dan sama-sama menjadi guru penggerak?, apakah kesulitan dalam program yang ibu jalankan?

Beliau sering melakukan kegiatan belajar bersama. Menularkan apa yang beliau punya. Menginspirasi kepada mereka dengan menceritakan kegiatan yang beliau lakukan, mengajak di awal, apalagi kegiatan itu belum familiar di lingkungan tersebut, misalnya beliau sedang mengenalkan tentang braingym. Mereka belum kenal, ya susah. Tetapi disekolah beliau sendiri, beliau memantau dengan ketat.

Hubungan dengan pengawas sekolah bagaimana?

Hubungannya terjalin baik. Jadi beliau juga mengajak pengawas untuk berbagi.



Bagaimana cara beliau dkk mendapatkan akreditasi A, Sebab tidak mudah bagi sekolah penggerak mendapatkan nilai A?
 
Hasil kerja bareng, ada 8 standar yang dinilai. Kita bagi-bagi guru untuk mempersiapkan semuanya. Jadi tiap point itu memang kita siapkan bukti dan berkasnya, itu perlu kerjasama antar guru, orang tua, pengawas, dinas, dan lingkungan sekitar, sekolah penggerak itu harus terlihat jelas hasilnya dari prestasi siswa, pertama berakhalq mulia. Hari ini 3 Maret 2020 siswa beliau juara matematika dan IPA dalam lomba OSN tingkat kecamatan, maju tingkat kota.

Bagaimana cara beliau sebagai kepala sekolah membangun kemandirian?

Beliau membagi tugas guru dalam 1 tahun ajaran. Jadi kegiatan 1 tahun itu sudah ada penanggung jawabnya. Jadi si guru  itu sudah harus bertanggung jawab atas tugas yang diembannya, begitu juga dengan murid, mereka sudah mempunyai tugas masing masing dalam organisasi kelas mereka masing masing.

Bagaimana caranya agar budaya sekolah yang baik dapat menjadi budaya di sekolah ibu?

Harus dijaga dengan tetap mempertahankannya, kepala sekolah atau pimpinan sekolah harus tetap memantau dan tetap melakukan kegiatan tersebut.

Rahasia suksesnya sebagai kepala sekolah penggerak apa?

Selalu mencari tau tentang kemajuan dunia pendidikan dan mau melakukannya untuk dirinya sendiri, lingkungan sekolah dan orang sekitarnya.

Bagaimana caranya menjadi kepala sekolah berprestasi?

Kalau menjadi Kepala Sekolah berprestasi itu harus punya best practise nya. Mempunyai sesuatu yang bisa dibanggakan di sekolahnya. Bisa mengayomi guru, mengajak kerjasama guru dan mempunyai guru yang berhasil, bisa menjalin hubungan dengan guru yang bertujuan mengunggulkan sekolah tersebut.


Menjadi sekolah pengerak itu intinya bisa menbuat sekolah itu baik dan kreatif, bisa bekerja sama dengan berbagai stake holder dan bisa bermanfaat dengan banyak unsur terkait.


Demikian resume singkatnya, semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SUNSET EKSOTIK DI TEPIAN KAYAN TANJUNG SELOR

Lokasi , atraksi utama, dan keunikan utama yang dimiliki