Pertemuan
ke-19 (12 Maret 2020)
Narasumber : Betti Risnalenni
Resumer : Meidawati
Pencerahan
kali ini dari Ibu Betti Risnalenni, beliau adalah seorang yang mengelola sekolah
penggerak dan mampu menggerakan sekolah lainnya, seperti apa yang disampaikan
oleh mas menteri Nadiem Makarim.
Sesuai
dengan ajakan bapak menteri kita Nadiem Makarim, sekolah beliau sudah
melakukannya walau hanya hal-hal kecil, dimulai dari tahun 2003, TK Insan Kamil
berdiri, beliau mulai mengenalkan program unggulan aritmatika, karena beliau
memulai membuat sekolah didahului dengan membuat kursus. Mas menteri, murid beliau
waktu itu duduk di kelas 4.
Sejak
beliau mendirikan TK, beliau menjadi Kepala Sekolah di TK beliau sendiri, tetapi
beliau tidak hanya sebagai kepala sekolah di sekolahnya, juga menjadi pengurus
di organisasi TK, waktu itu beliau menjadi bendahara IGTK Kecamatan, selain itu
beliau juga di PAUD, menjadi sekretaris Himpaudi Kota selama dua periode,
sebenarnya dengan organisasi, menjadi kendaraan kita untuk maju, beliau banyak
belajar dari kegiatan organisasi, beliau sering mengikuti seminar atau dialog
dengan orang-orang hebat. Kata pepatah, bila
kita bermain dengan tukang minyak wangi kita akan kecepretan wangi. Begitu
juga apabila kita berteman dengan orang pintar dan hebat, mudah-mudahan kita
juga ketularan kepintaran dan kehebatannya.
Beliau
juga senang mengikuti berbagai lomba, sekolah beliau sering mengisi kegiatan di
lingkungan sekolah sampai kegiatan nasional, mengisi kegiatan di mal-mal juga dilakukan,
melakukan kegiatan melibatkan sponsor juga beliau lakukan, kegiatan melibatkan
dinas, beliau sering saling sharing dengan guru-guru, begitu juga dengan
lingkungan, berbagi dengan guru lainnya
Bagaimana caranya menjadi
sekolah penggerak dan menggerakkan sekolah lainnya?
Mulainya
dari kita dulu, lingkungan yang terkecil, di sekolah beliau, beliau yang paling
gigih, lalu beliau mengajak guru, orang tua, lingkungan dan teman teman se profesi ( guru ). Awalnya mereka
tidak mau diajak untuk bergerak, ada yang merasa sudah bisa, kalau kita
melihatkan hasil, baru mereka kepingin.
Jadi beliau senang mengikuti lomba itu karena pengen menunjukkan jati diri, tidak
hanya sekedar omong doang ( omdo ).
Beliau
melibatkan orang tua mengajar dalam kegiatan Hari Ultah Guru, disekolah beliau,
sering melakukan kegiatan, tujuannya supaya anak tidak bosan belajar hanya
dengan duduk di dalam ruang kelas saja. Tapi mereka bisa belajar dengan senang
dan mencari cari informasi tentang materi pelajaran tersebut dan tidak
terpasung di kursi saja, misalnya belajar IPS bisa dengan kegiatan bulan
bahasa.
Sebagai
kepala sekolah itu juga ada suka dukanya juga. Sukanya kalau lagi pada asyik
dan menerima apa yang kita inginkan, tapi tidak jarang juga di tolak oleh guru
dengan alasan capek, neka neko dll, begitu
juga dengan suka duka sekolah penggerak. Sukanya , kita bisa berbagi ilmu yang
kita punya. Bagi beliau ilmu itu kalau dibagi akan bertambah banyak dan kaya, bila
disimpan saja maka ilmu itu akan hilang ( lupa ) begitu saja. Beliau juga bisa
berbagi dengan mahasiswa beliau yang seprofesi
dengan beliau yaitu guru TK .
Bagaimana cara beliau
menggerakkan guru-guru untuk maju dan sama-sama menjadi guru penggerak?, apakah
kesulitan dalam program yang ibu jalankan?
Beliau
sering melakukan kegiatan belajar bersama. Menularkan apa yang beliau punya.
Menginspirasi kepada mereka dengan menceritakan kegiatan yang beliau lakukan,
mengajak di awal, apalagi kegiatan itu belum familiar di lingkungan tersebut,
misalnya beliau sedang mengenalkan tentang braingym.
Mereka belum kenal, ya susah. Tetapi
disekolah beliau sendiri, beliau memantau dengan ketat.
Hubungan dengan pengawas
sekolah bagaimana?
Hubungannya
terjalin baik. Jadi beliau juga mengajak pengawas untuk berbagi.
Bagaimana cara beliau dkk
mendapatkan akreditasi A, Sebab tidak mudah bagi sekolah penggerak mendapatkan
nilai A?
Hasil
kerja bareng, ada 8 standar yang dinilai. Kita bagi-bagi guru untuk
mempersiapkan semuanya. Jadi tiap point itu memang kita siapkan bukti dan
berkasnya, itu perlu kerjasama antar guru, orang tua, pengawas, dinas, dan
lingkungan sekitar, sekolah penggerak itu harus terlihat jelas hasilnya dari
prestasi siswa, pertama berakhalq mulia. Hari ini 3 Maret 2020 siswa beliau
juara matematika dan IPA dalam lomba OSN tingkat kecamatan, maju tingkat kota.
Bagaimana cara beliau
sebagai kepala sekolah membangun kemandirian?
Beliau
membagi tugas guru dalam 1 tahun ajaran. Jadi kegiatan 1 tahun itu sudah ada
penanggung jawabnya. Jadi si guru itu sudah harus bertanggung jawab atas tugas
yang diembannya, begitu juga dengan murid, mereka sudah mempunyai tugas masing
masing dalam organisasi kelas mereka masing masing.
Bagaimana caranya agar budaya
sekolah yang baik dapat menjadi budaya di sekolah ibu?
Harus
dijaga dengan tetap mempertahankannya, kepala sekolah atau pimpinan sekolah
harus tetap memantau dan tetap melakukan kegiatan tersebut.
Rahasia suksesnya sebagai
kepala sekolah penggerak apa?
Selalu
mencari tau tentang kemajuan dunia pendidikan dan mau melakukannya untuk
dirinya sendiri, lingkungan sekolah dan orang sekitarnya.
Bagaimana caranya menjadi
kepala sekolah berprestasi?
Kalau
menjadi Kepala Sekolah berprestasi itu harus punya best practise nya. Mempunyai
sesuatu yang bisa dibanggakan di sekolahnya. Bisa mengayomi guru, mengajak
kerjasama guru dan mempunyai guru yang berhasil, bisa menjalin hubungan dengan
guru yang bertujuan mengunggulkan sekolah tersebut.
Menjadi sekolah
pengerak itu intinya bisa menbuat sekolah itu baik dan kreatif, bisa bekerja
sama dengan berbagai stake holder dan bisa bermanfaat dengan banyak unsur
terkait.
Demikian
resume singkatnya, semoga bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar