Kamis, 26 Maret 2020

Menulis Bersama Siswa Dimasa Isolasi Corona


Diary Covid-19 Part 1
Oleh: Meidawati

Hari ini Rabu Tanggal 25 Maret 2020, adalah hari ke-5 masa karantina untuk siswa-siswaku. Artinya sepertiga dari masa karantina telah mereka lewati dengan belajar di rumah. Pembelajaran daring sebagai pembelajaran alternatif di masa darurat Covid19 berjalan dengan lancar, meski banyak pengalaman yang rumit baik yang dialami kami sebagai seorang guru maupun siswa itu sendiri, dari masalah penggunaan paket data, tugas menumpuk, mata lelah didepan gadget, dan rasa bosan yang menjadi momoknya.

Pembelajaran daring yang saya gunakan dengan memanfaatkan tautan Group WA PPKn yang dibuat untuk setiap kelasnya, tautan ini dimanfaatkan untuk diskusi saat pembelajaran daring berlangsung, sedangkan hasil tugas siswa, mereka tuliskan di blog yang telah  mereka buat sebelumnya. Setelah tugas  selesai, pengumpulan tugasnya dengan mengisi data di google formulir. Sementara untuk melihat hasil tugas yang telah dikumpulkan oleh siswa, cukup dengan melihat respon dari google formulir yang sudah di share di setiap Group WA PPKn. Dalam pembelajaran daring yang saya terapkan, prakteknya menyesuaikan dengan kemampuan siswa. Dalam hal pengumpulan tugas, ada yang mengumpulkan tugas dengan tulis tangan lalu difoto dan di share japri ke no HP saya, itupun tetap saya terima, kita tidak bisa memaksakan untuk semua siswa, karena berbeda kemampuan.

Meski rekan guru memberikan tugas yang sederhana, namun tidak sedikit siswa dihari yang   ke -5 merasakan beban tugas, ditambah rasa bosan yang mulai dirasakan dengan adanya masa karantina darurat covid19. Sebagai guru tidak ada yang bisa saya lakukan kecuali untuk tetap memberikan motivasi dengan mendengarkan curhatan mereka melalui tautan group PPKn. Melalui curhatan di group WA,  saya mengajak mereka untuk memberikan energi positif melalui tulisan mereka, tak disangka mereka antusias untuk menulis dengan berbekal membaca gambar yang saya share di group PPKn. Ungkapan mereka saya rangkai dalam paragraf berikut ini.

Siswa  bisa memahami betapa mengerikannya penyakit corona sampai-sampai seorang yang terkena harus diisolasi agar tidak terkena kepada pasien lainya. Semoga perasaan ini sedikit nya bisa mengurangi rasa jenuhnya untuk tetap di rumah.

Siswa juga menyadari dan paham  bahwa proses isolasi yang dilakukan oleh para dokter kepada orang yang terjangkit covid-19 dengan penanganan yang khusus agar tidak terjangkit kepada orang lain, serta salah satu upaya agar pasien mendapatkan perawatan yang khusus dan bisa di selamatkan dari covid-19. Kita semua berdoa agar selamat dari Corona dan berusaha mengikuti saran keselamatan.

Ungkapan puitispun sempat terlontar dengan barisan kalimat "corona oh corona, hidup ku makin lama makin merana, mau kemana-mana takut corona, lama-lama aku terlena oleh mu, corona pergi lah kamu sana". Semoga kita bisa mengambil hikmahnya ya.

Siswa juga tampak serius, sangat menghargai perjuangan para dokter, terlihat dari ungkapan mereka, bahwa perjuangan yang luar biasa dari seorang dokter yang sedang melakukan penanganan kepada pasien yang terkena virus corona dengan membawa pasien tersebut ke ruang isolasi untuk mendapatkan perawatan yang lebih khusus agar pasien tersebut tidak menyebarkan virus ke pasien lainnya, petugas kesehatan dan pengunjung. Semoga kita bisa belajar dari perjuangan para dokter ya.... dengan hati ikhlas untuk tetap tinggal di rumah, dan menjauhi kerumunan.

Respon siswa yang lain bahwa, mereka memberikan semangat untuk seorang dokter karena sudah berjuang untuk penanganan kepada pesien yang terkena virus Corona.

Menulis bersama siswa akan berlanjut untuk hari berikutnya, semoga semua siswa terpapar virus literasi, selamat dari virus Corona dan tangguh dalam masa isolasi.

Tanjung Selor, 25 Maret 2029

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SUNSET EKSOTIK DI TEPIAN KAYAN TANJUNG SELOR

Lokasi , atraksi utama, dan keunikan utama yang dimiliki