Minggu, 08 Maret 2020

Perjalanan Keluar Negeri Penuh Inspirasi


Resume Pertemuan ke-12

Narasumber yang menginspirasi kali ini tanggal 2 Maret 2020 adalah beliau Bapak Yoyon Supriyono yang memberikan materinya.

Beliau berbagi pengalamannya tentang perjalannya keluar negeri, dengan biaya bonus dari jerih keuletannya menulis, siapa sih yang gak mau dapat bonus perjalanan ke luar negeri?.

Rajin dan semangat menulis ya…. ikuti jejak beliau…..caranya ....pertama boleh mimpi dulu atau berkhayal keluar negeri tentunya….ketika di hati kita ada suatu keinginan, itu sama saja dengan doa, jadi saat ada keinginan kita berkhayal sambil bermohon kepada Tuhan

Beliau pernah punya keinginan itu ketika beliau kelas 3 SMA, saat itu tahun 1987 dan baru terkabul tahun 2013 yang lalu, yang kedua, kita ikhtiar dengan mencari program-program beasiswa atau sejenisnya, jangan lupa mempersiapkan diri dengan kompetensi yang diperlukan, misal penguasaan bahasa asing terutama bahasa Inggris, boleh lewat kursus atau otodidak, biasanya salah satu syaratnya adalah TOEFL, untuk kalangan guru biasanya keluar negeri sebagai reward dari suatu program tertentu yang diselenggarakan pemerintah, misal OmJay, beliau pemenang inobel tahun lalu dan hadiahnya jalan- jalan sambil belajar ke luar negeri

Syarat lain waktu itu juara guru berprestasi, yang lolos seleksi itulah yang bisa keluar negeri
juga bisa mencari kesempatan melalui program beasiswa yang ditawarkan oleh kedutaan- kedutaan, beliau sudah menulis buku tentang kisah perjalanan ke Adelaide, kita tunggu terbitnya ya….tetapi buku beliau dengan judul ”TIK, KAPAN KAU KEMBALI” gak perlu ditunggu terbitnya, karena Media Guru sudah mempersunting menjadi buku baru beliau. Sukses untuk beliau ya, ditengah kesibukannya sebagai Kepala Sekolah di Indramayu, dan tinggal di Cirebon, beliau tetap berkarya, tidak heran jika beliau dinobatkan sebagai kepala sekolah berprestasi.

Lanjut cerita dengan pengalaman beliau ya …. ke luar negeri, satu hal yg menarik di kota Adelaide, ternyata terbanyak penduduk lansianya, beliau saat itu ditempatkan di rumah penduduk yang hanya dihuni berdua kakek dan nenek, usianya di atas 80 tahun, tapi masih gesit beraktivitas dan tampak sehat-sehat saja, ternyata kuncinya adalah pola hidup, tiap hari beliau diberi makan tanpa ada rasa asin, pokoknya serba tawar, non minyak dan gorengan, tiap pagi disuguhi air jeruk lemon hasil kebun sendiri di belakang rumah, sayuran gak pernah absen, dan selalu disajikan dalam keadaan mentah, karbohidratnya dari roti saja, anehnya malah selalu fit, mereka menghindari minyak, garam dan gula, gak enak siihh... tapi daripada gak makan ? tapi badan jadi sehat

Bagaimana dengan pendidikan disana? Sekolah disana dibangun sesuai kebutuhan lapangan kerja. Di sekolah yang beliau kunjungi ada banyak ruang praktek dengan sarana lengkap sesuai jurusan masing-masing.

Satu prinsip beliau adalah Sesuatu itu bisa bermula dari mimpi yang merupakan keinginan kata hati, namun harus pula ada upaya untuk meraihnya, disamping jangan lupa berdoa walau kapan itu dikabulnya. Sebuah pengalaman bisa menjadi pelajaran berharga yang bisa kita contoh hal baiknya.....
Untuk menambah referensi, kita juga bisa baca salah satu contoh buku digital yang dibuat oleh siswa kelas 7 SMP Labschool Jakarta, berkat buku inilah omjay juga bisa menjadi salah satu pemenang inobel 2017 dan mendapatkan hadiah belajar di negara china, silahkan diunduh GRATIS, https://wijayalabs.com/2017/04/25/buku-non-
fiksi-kelas-7b/

Resumer          : Meidawati
Narasumber     : Yoyon Supriyono

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SUNSET EKSOTIK DI TEPIAN KAYAN TANJUNG SELOR

Lokasi , atraksi utama, dan keunikan utama yang dimiliki