Resume
Pertemuan ke-12
Narasumber
yang menginspirasi kali ini tanggal 2 Maret 2020 adalah beliau Bapak Yoyon
Supriyono yang memberikan materinya.
Beliau
berbagi pengalamannya tentang perjalannya keluar negeri, dengan biaya bonus
dari jerih keuletannya menulis, siapa sih
yang gak mau dapat bonus perjalanan ke luar negeri?.
Rajin
dan semangat menulis ya…. ikuti jejak beliau…..caranya ....pertama boleh mimpi dulu atau berkhayal keluar negeri tentunya….ketika
di hati kita ada suatu keinginan, itu sama saja dengan doa, jadi saat ada
keinginan kita berkhayal sambil bermohon kepada Tuhan
Beliau
pernah punya keinginan itu ketika beliau kelas 3 SMA, saat itu tahun 1987 dan
baru terkabul tahun 2013 yang lalu, yang kedua, kita ikhtiar dengan mencari
program-program beasiswa atau sejenisnya, jangan lupa mempersiapkan diri dengan
kompetensi yang diperlukan, misal penguasaan bahasa asing terutama bahasa
Inggris, boleh lewat kursus atau otodidak, biasanya salah satu syaratnya adalah
TOEFL, untuk kalangan guru biasanya keluar negeri sebagai reward dari suatu
program tertentu yang diselenggarakan pemerintah, misal OmJay, beliau pemenang
inobel tahun lalu dan hadiahnya jalan- jalan sambil belajar ke luar negeri
Syarat
lain waktu itu juara guru berprestasi, yang lolos seleksi itulah yang bisa
keluar negeri
juga
bisa mencari kesempatan melalui program beasiswa yang ditawarkan oleh kedutaan-
kedutaan, beliau sudah menulis buku tentang kisah perjalanan ke Adelaide, kita
tunggu terbitnya ya….tetapi buku beliau dengan judul ”TIK, KAPAN KAU KEMBALI”
gak perlu ditunggu terbitnya, karena Media Guru sudah mempersunting menjadi
buku baru beliau. Sukses untuk beliau ya, ditengah kesibukannya sebagai Kepala
Sekolah di Indramayu, dan tinggal di Cirebon, beliau tetap berkarya, tidak
heran jika beliau dinobatkan sebagai kepala sekolah berprestasi.
Lanjut
cerita dengan pengalaman beliau ya …. ke luar negeri, satu hal yg menarik di
kota Adelaide, ternyata terbanyak penduduk lansianya, beliau saat itu ditempatkan
di rumah penduduk yang hanya dihuni berdua kakek dan nenek, usianya di atas 80
tahun, tapi masih gesit beraktivitas dan tampak sehat-sehat saja, ternyata kuncinya
adalah pola hidup, tiap hari beliau diberi makan tanpa ada rasa asin, pokoknya
serba tawar, non minyak dan gorengan, tiap pagi disuguhi air jeruk lemon hasil kebun
sendiri di belakang rumah, sayuran gak
pernah absen, dan selalu disajikan dalam keadaan mentah, karbohidratnya
dari roti saja, anehnya malah selalu fit,
mereka menghindari minyak, garam dan gula, gak enak siihh... tapi daripada gak makan ? tapi badan jadi sehat
Bagaimana
dengan pendidikan disana? Sekolah disana dibangun sesuai kebutuhan lapangan
kerja. Di sekolah yang beliau kunjungi ada banyak ruang praktek dengan sarana
lengkap sesuai jurusan masing-masing.
Satu
prinsip beliau adalah Sesuatu itu bisa
bermula dari mimpi yang merupakan keinginan kata hati, namun harus pula ada
upaya untuk meraihnya, disamping jangan lupa berdoa walau kapan itu dikabulnya.
Sebuah pengalaman bisa menjadi pelajaran berharga yang bisa kita contoh hal
baiknya.....
Untuk
menambah referensi, kita juga bisa baca salah satu contoh buku digital yang
dibuat oleh siswa kelas 7 SMP Labschool Jakarta, berkat buku inilah omjay juga
bisa menjadi salah satu pemenang inobel 2017 dan mendapatkan hadiah belajar di
negara china, silahkan diunduh GRATIS, https://wijayalabs.com/2017/04/25/buku-non-
fiksi-kelas-7b/
Resumer : Meidawati
Narasumber : Yoyon
Supriyono
Tidak ada komentar:
Posting Komentar