Pertemuan
ke-17
Narasumber :
Drs. Ahmad Syaihu
:
Namin AB Ibnu Solihin
Diceritakan
Oleh : Wijaya Kusumah (Omjay)
Resumer :
Meidawati
Tidak terasa belajar
menulis sudah melaui pertemuan ke-17, yang jatuh pada hari Senin, 9 Maret Tahun
2020, walaupun sering tertinggal, aku berusaha melengkapi resumku, hingga
pertemuan ini, Omjay pada pertemuan ini membagikan pengalaman seorang penulis
yang sukses berawal dari blog, siapa beliau? Beliau adalah Drs. Ahmad Syaihu
dan Namin AB Ibnu Solihin.
Drs. Ahmad Syaihu,
menulis pengalamannya dengan judul Menulis
Karena Tersesat di Blog Gurusiana, kita simak sama-sama ya ….
Drs.
Ahmad Syaihu, Guru MTsN 4 Kota Surabaya
Ini
adalah kilas balik penulis yang tersesat di Gurusiana, selama hampir 27 bulan
sejak 24 Oktober 2017.
Waktu
itu penulis mengikuti kegiatan Seminar nasional Forum Guru IPS Seluruh
Indonesia (FOGIPSI) yang diadakan oleh Pengurus Fogipsi daerah Jawa Timur di
bawah kepemimpinan Drs. Sohibur Rachman, M.Pd, selaku Ketua, beliau juga
menjabat sebgai Kepala Sekolah di SMPN 19 Surabaya, berlangsung di Gedung LPMP
Jawa Timur Ketintang – Wiyata Surabaya , tanggal 22-23 Oktober 2017.
Setelah
mengikuti kegiatan penulis membuat reportase kegiatan Seminar selama 2 hari itu
dan saya kirimkan ke Humas Kemenag Jawa Timur, saat itu penulis disamping
sebagai Guru IPS, diberi tugas tambahan sebagai Waka Humas di MTsN 4 Kota
Surabaya.
Reportase
kegiatan Seminar Nasional disamping saya unggah di laman Humas Kemenag Jatim,
juga saya share ke Group WA peserta seminar FOGIPSI Jatim, kebetulan saat itu
ada salah satu peserta dari Pasuruan ibu Umi, yang menyarankan saya untuk
mengirimkan tulisan saya di Gurusiana.
Penulis
yang merasa belum kenal akhirnya mencari informasi di internet apa dan bagimana
Gurusiana itu? Akhirnya pencarian berhasil menemukan akun Gurusiana, akhirnya
penulis mendaftar sebagai anggota dengan melengkapi persyaratan sebagai anggota,
yaitu menuliskan identitas lengkap serta menyertakan foto untuk profil akun
kita di Gurusiana.
Penulispun
mengunggah tulisan tentang Reportasi kegiatan Seminar Nasional FOGIPSI Jatim di
Gurusiana sebagai tulisan yang pertama.
Sebagai
pendatang baru penulis mulai melihat Gurusiana, siapa Gurusianer yang menempati
kedudukan di Penulis Populer Bulan Oktober 2017, penulis mendapatkan nama-nama
Leck Murman, Ari Pudjiastutik, Deni Rochman, Dr. Sadimen dari Brebes dan Ibu
Sri Sugiastuti, Edi Martani, Pak Omank, Ibu Isminatun dan Gurusianer senior
lainnya.
Sejak
saat itu penulis selalu menulis apa saja di Gurusiana, mulai dari reportase
kegiatan di Madrasah, kegiatan di rumah, kegiatan di masyarakat, belajar
menulis puisi dan menuliskan kisah perjalanan Haji yang penulis lakukan bersama
istri pada tahun 2016, setahun sebelum kenal dengan Gurusiana.
Akhirnya
tulisan tentang reportase perjalanan ruhani (ibadah haji) menjadi tulisan wajib
yang penulis unggah di Gurusiana, akhirnya 60 tulisan tentang Ibadah Haji
menjadi sebuah buku perdana Pak Guru Menjadi Tamu Allah
Selama
sepekan di akhir bulan Oktober 2017 penulis telah menulis lebih dari 10 tulisan
di Gurusiana, artinya setiap hari selalu ada tulisan yang muncul entah satu
atau dua tulisan
Memasuki
bulan November 2017, penulis makin rajin dan terus menulis dan lambat laun bisa
masuk dalam deretan penulis Populer di Bulan November 2017, saat ini bisa masuk
tiga besar di bawah Leck Murman, Deni Rochman, Penulis, Sadimen, dan Edi
Martani, akhirnya semangat terus menulis tanpa pandang waktu selalu penulis
lakukan, kadang sehari bisa menulis 2, 3 bahkan pernah mengunggah 5 tulisan di
Gurusiana, dan terus aktif membagikan tulisan di Gurusiana sehingga penulis
bisa masuk dalam deretan penulis populer di bulan November 2017
Ketika
Media Guru mengumumkan akan dilaksanakan Temu Nasional Penulis di Jakarta untuk
yang pertama kali akhirnya penulis nekat mendaftar dan ikut dalam acara yang
dihadiri oleh lebih dari 300 penulis dari seluruh Indonesia, padahal penulis
belum pernah mengikuti Pelatihan Menulis yang diselenggarakan oleh Media Guru,
penulis hanya bermodal nekat dengan hanya modal sebagai penulis pemula di
Gurusiana, namun sambutan keluarga besar Media Guru kepada peserta Temu
Nasional Guru Penulis sangat luar biasa termasuk kepada penulis, karena dalam
acara tersebut penulis bisa bertemu dengan penulis senior di Gurusiana maaupun
di Media Guru, bisa bertemu dan berjabat tangan dengan Pak Muhammad Ihsan,
selaku … selaku
CEO Media Guru dan Gurusiana, bertemu dan bersalaman dengan Mas Eko Prasetyo,
Bertemu dengan Leck Murman, Pak Deni Rochman, Bu Yuli Rahmawati, Ibu Wiwik
Puspitasari dari Medan, Bundo Yasmi dari Sumatera Barat, Ibu Edit kadila, Ibu
Dalia Halmahera dan ratusan penulis lainnya di ajang TNGP 2017
Disinilah
penulis mulai berinteraksi , belajar menulis, belajar berbagi dengan para
penulis senior dari seluruh Indonesia, semangat untuk belajar dari siapa saja,
kapan saja dan di mana saja merupakan bekal terbaik yang harus dimiliki oleh
seorang penulis pemula, dan prosesitu harus terus berkesinambungan dan membawa
manfaat untuk perubahan dalam kuantitas dan kulaitas tulisan, yang pernah
penulis unggah di Gurusiana. Bagaimana keseruan TNGP
2017, akan penulis kupas di bagian 2 tulisan ini.
Pengalaman berikut yang
dibagikan Omjay, adalah pengalaman seorang penulis sukses, beliau adalah Namin
AB Ibnu Solihin. Bagi yang sedang mencari tempat untuk menuangkan kebiasaan
menulis, tepat sekali jika menyalurkan kebiasaan menulisnya lewat blog di
internet, mengapa lewat blog di internet? sebab blog adalah alat rekam yang
ajaib. Keajaibannya akan anda dapatkan seiring dengan lamanya anda menulis di
blog dan mengelolanya dengan baik.
Kita
ikuti cerita pengalamannya ditulisan beliau ya...
Beliau
adalah motivator pendidikan nomor wahid, Blognya bisa dilihat di http://motivatorpendidikan.com
Membangun
Branding Melalui Blog dan Media Sosial
Perkenalkan teman-teman
Nama saya Namin AB Ibnu Solihin founder motivatorpendidikan.com, untuk mengenal
lebih dekat dengan saya teman-teman bisa searching nama saya di Google. Atau
bisa buka link berikut ini https://motivatorpendidikan.com/index.php/2015/08/29/profil-namin-ab-ibnu-solihin/
Saya juga telah
membagikan secara Gratis lebih dari 250 materi training di slideshare.net,
Dilihat oleh lebih dari setengah juta kali dan di download sekitar 7 Ribu kali
setiap tahunnya. Linknya sebagai berikut https://www.slideshare.net/mobile/naminsekolahakhlak
Kita bisa berteman
melalui media sosial yang saya miliki Instagram @motivatorpendidikancom, saya
juga membagikan kegiatan saya di Channel YouTube Motivator Pendidikan Com.
Baiklah teman-teman saya
akan berbagi bagaimana saya membangun Branding melalui Blog dan Media Sosial.
Saya mulai Ngeblog tahun
2007, melalui blogspot.com, saat itu saya ngeblog untuk mengisi waktu luang
saat istirahat mengajar. Tulisan di Blog juga masih sangat beragam, bahkan
lebih banyak curahatan hati.
Lebih dari 10 blog pernah
saya buat di blogspot.com, kini semua blog tersebut sudah saya hapus semua.
Hingga akhirnya disekitar
tahun 2013 saya mengenal guraru.org, sebuah blog yang diisi oleh
guru-guru kreatif, diantara para pemenangnya adalah yang sudah mengisi materi
sebelumnya yaitu Pak.Agus Sampurno dengan Brandnya Guru Kreatif, Om Jay Wijaya
Kusuma dengan Brandnya Guru Blogger dan Bang Dedi Dwitagama.
Keinginan untuk menulis
lebih baik lagi, akhirnya ditahun 2013 saya mengikuti Teacher Writing Camp
angkatan ke-3, yang digagas oleh Om Jay dan teman-teman.
Pada tahun 2014 saya dan
Om Jay bersama teman-teman menggagas berdirinya Komunitas Sejuta Guru Ngeblog,
pada tahun 2014-2015 kami Komunitas Sejuta Guru Ngeblog memberikan Pelatihan
Guru Ngeblog Gratis bagi guru di Jabodetabek.
Tahun 2014 juga awal saya
mulai membangun Branding lewat blog. Perjalanan saya membangun Branding bisa
dibaca di profil saya pada link di atas.
Singkatnya akhirnya pada
tahun 2015 saya melaunching www.motivatorpendidikan.com, seluruh konten
tulisannya berisikan berbagai jenis program training yang saya isi.
Sebelum website tersebut
di launching, saya banyak mencurahkan gagasan saya tentang pendidikan di Blog https://motivatorkreatif.wordpress.com
Membangun Branding memang
tidak mudah, tapi jika kita sungguh-sungguh Insya Allah ada kemudahan.
Membangun Branding juga
harus sejalan dengan kompetensi yang kita miliki. Jangan coba-coba membangun
Branding tertentu tapi tidak punya Ilmunya.
Membangun Branding
melalui blog juga harus selaras dengan kepribadian kita di Blog, Medsos dan
segala aktivitas yang kita lakukan.
Menulis konten Blog
dengan konsisten pada Branding yang kita miliki adalah kewajiban yang harus
ditaati. Kala mau dikenal sebagai pakar pendidikan misalnya, ya sudah konsisten
nulis hal-hal yang berkaitan dengan hal tersebut.
Hingga akhirnya ketika
orang berbicara "Motivator Pendidikan" mereka, Akhirnya akan
mengingat "Namin AB Ibnu Solihin". Ini contoh saja 😊
Tapi jika ada penasaran
coba anda searching di Google beberapa kata berikut ini "Motivator
Pendidikan" "Pembicara Seminar Parenting" "Motivator
Pelajar". Anda akan bertemu dengan siapa kira-kira?
Menulis dan membangun
Branding telah mengantarkan saya keliling Indonesia, saya telah mengisi
training setidaknya dilebih dari 300 lembaga, sejak tahun 2014-sekarang.
Lengkapnya materi
membangun Branding Melalui Blog dan Media Sosial saya bagikan lewat link di
bawah ini.
Demikian pengantar
diskusi malam ini.Semoga bermanfaat dan tetaplah bersemangat untuk menjadi
pribadi yang menginspirasi, menggerakkan dan meneladani.
Dari Hotel Dinesti
Kayu Agung, Kabupaten OKI
Sumatera Selatan
Dari
tulisan tersebut diatas, mengundang keingintahuan semua orang, beragam
pertanyaan disampaikan, menambah semaraknya diskusi tentang Blog, berikut ragam
pertanyaanya:
1. Disalah
satu slide diatas, bahwa jangang plagiat atau copas, bagaimana jika copas dan
menyebutkan sumber, untuk penulis pemula seperti saya masih kesulitan mengubah
kalimat yang bersumber dari narasumber, maupun dari sumber bacaan lainnya?
Jawab:
Silahkan
tulis sumbernya.
2. Saya
menulis di blog, masih terbatas berupa resume dari kuliah di grup ini...itupun
setelah 3 resume, semuanya masih labil dan berbeda beda, beum ada gaya menulis
yang stabil?
Jawab:
tidak
masalah, mulai sekarang menulis saja, dari hal yang paling kita sukai, tulisan
bagus butuh proses
3. Saya
baru seminggu ini menulis di blog, saya menulis keseharian di sekolah dengan
siswa, menceritakan cara mengajar dan keadaan sekolah, tulisan saya masih awam,
karna saya menulis sesuai apa yang saya rasa, bagaimana menurut pendapat bapak?
Jawab:
Saya
juga dulu menulis dari keseharian saya sebagai guru, tentang siswa, tentang
mengajar, tentang sekolah, karena menulis yang paling enak adalah,menuliskan
apa yang kita lakukan.
4. Jika
menulis berbagai macam hal, bagaimana kita bisa membangun branding. Misalnya
seperti pak namin yang fokus di dunia pendidikan, sehingga isi tulisanya
konsisten dibidang tsb. Bagaimana dengan yang tulisanya campur-campur. Bagaimana
kita bisa membangun branding kalo fokus tulisanya beragam?
Jawab:
Hanya yang menjadikan menulis sebagai
passionnya yang bisa merasakan nikmatnya Menulis. Nah, karena kita baru
belajar, tidak masalah seperti itu yang penting tetap semangat menulis.Tapi
catatan saya, Tidak mungkin kita akan bisa menulis kalau kita tidak membaca. Jadi
jika ingin jadi menulis atau konsisten menulis, wajib mencintai buku. Selanjutnya
jika ingin membangun Branding kita harus fokus menulis pada bidang tertentu,
sesuai dengan passion atau keahlian terbaik kita. Jika kita tidak hobi membaca,kita bisa
memulai dari anak kita.
Kita
kunjungi slide berikut ya…..menambah wawasan
5. Saya
sebagai penyiar radio apakah tepat, bahasa
saya di radio saya rekam dan saya tulis, dan saya masukkan ke Blog,
bagaimana dengan bahasanya, ini contoh tulisan saya pak di blog https://sitifatonah2019.blogspot.com/2020/03/menumbuhkan-rasa-percaya-diri-contoh.html
6. Berkaitan
dengan pertanyaan sebelumnya tentang fokus tulisan, Pak. Misalnya blog yang
dibuat adalah tentang pembelajaran, apakah sebaiknya di blog itu khusus tentang
pembelajaran ? Jika tiba - tiba ada ide menulis tentang topik di luar
pembelajaran, apakah lebih baik ditulis di blog lain (membuat blog baru) karena
terkadang ide munculnya beragam, atau bolehkah seperti ini, memiliki beberapa
blog, setiap blog punya fokus masing-masing, misal blog 1 khusus tulisan tentang
hobi saya, blog 2 tentang aktivitas saya disekolah dst, Apakah dengan begitu saya
tetap bisa membangun branding saya?
Jawab:
Nah saran saya ibu bisa membranding
Blognya dengan nama, contoh gurupenyiarradio.com", jadi tulisan ibu fokus
saja hal-hal yang berkaitan dengan dunia penyiaran, dan ibu juga bisa menulis
aktivitas ibu sebagai guru sekaligus penyiar. Jika tujuannya sekedar hanya untuk
mengisi aktivitas tidak masalah.Tapi jika kita ingin dikenal oleh orang,
sebagai ahli pada bidang tertentu, maka harusnya fokus saja pada satu blog dan
satu website. Nah jika mau banyak blog bisa juga blog 1
untuk tulisan sesuai branding, blog 2 untuk hobi, blog 3 bisnis.
7. Berdasarkan
pengalaman bapak sebagai seorang motivator, apa tantangan terbesarnya ? dan
bagaimana cara mengatasinya.
Jawab:
Jadi motivator itu bukan kita ikut TOT tertentu,
kemudian kita menamakan diri sebagai motivator dengan nama kita ditambah
berbagai gelar pelatihan di belakangnya. Untuk menjadi seorang ahli atau
motivator butuh proses dan waktu yang lama. Seorang ahli dalam bidang tertentu
dia harus mengalami sendiri apa yang dia sampaikan. Saya sendiri menempa diri
dengan memberikan training Gratis selama 10 tahun, sambil terus mengasah diri
tentang banyak hal. Baru setelah itu kita Pede jadi motivator profesional, tanpa
menggunakan gelar sekalipun. Silahkan lihat di Instagram saya,
@motivatorpendidikancon tidak ada poster yang nama saya pakai Gelar
8. Bagaimana
cara mengatasi, supaya tulisan kita luwes dan enak dibaca?
Jawab:
Nulis Blog tidak ada tuntutan untuk menulis formal seperti
menulis karya tulis. Jadi menulis saja dengan bahasa kita sendiri, seperti kita
bicara dengan orang. Para Narasumber adalah orang yang sama dengan ibu dimasa
lalunya, yang awalnya tidak bisa menulis, akhirnya
dipaksa menulis, kepaksa menulis, bisa
menulis, terbiasa menulis dan akhirnya jadi penulis
9. Apa
bedanya e-book dan buku konvensional, bukankah isinya juga merupakan bacaan?
Zaman sekarangkan zamanya gadget, mungkin kalo dulu sudah ada gadget, sayapun
juga akan membaca di gadget saya.
Jawab:
Kebetulan
dari kecil saya hobi membaca...dan dr kecil sudah koleksi buku bacaan...
Skrgpun setiap bulan anak saya rutin dan wajib. selalu beli buku bacaan sesuai
keinginan mrk...tp tetap saja mrk tertarikx sama gadget. Jika anak suka Gadget
masalahnya bukan pada anak tapi pada orang tuanya. Hanya pencinta buku yang
merasakan nikmatnya baca buku konvensional dibandingkan dengan ebook. Teknologi
boleh berkembang, Tapi kuncinya ada di kecerdasan kita dalam menggunakan.
Silahkan
kunjungi link-linknya …..
“bersemangat
untuk memantaskan diri menjadi pribadi yang menginspirasi, menggerakkan dan
menelandani”
Namin
AB Ibnu Solihin
Founder
@motivatorpendidikancom
Ayah
4 Anak @tanpa Gadget dan TV
Demikian
yang bisa saya resume, semoga bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar