Selasa, 10 Maret 2020

Menuangkan Kebiasaan Menulis Lewat Blog Si Perekam Ajaib

Pertemuan ke-17

Narasumber                 : Drs. Ahmad Syaihu
                                    : Namin AB Ibnu Solihin
Diceritakan Oleh         : Wijaya Kusumah (Omjay)
Resumer                      : Meidawati    

Tidak terasa belajar menulis sudah melaui pertemuan ke-17, yang jatuh pada hari Senin, 9 Maret Tahun 2020, walaupun sering tertinggal, aku berusaha melengkapi resumku, hingga pertemuan ini, Omjay pada pertemuan ini membagikan pengalaman seorang penulis yang sukses berawal dari blog, siapa beliau? Beliau adalah Drs. Ahmad Syaihu dan Namin AB Ibnu Solihin.
Drs. Ahmad Syaihu, menulis pengalamannya dengan judul Menulis Karena Tersesat di Blog Gurusiana, kita simak sama-sama ya ….

Drs. Ahmad Syaihu, Guru MTsN 4 Kota Surabaya
Ini adalah kilas balik penulis yang tersesat di Gurusiana, selama hampir 27 bulan sejak 24 Oktober 2017.
Waktu itu penulis mengikuti kegiatan Seminar nasional Forum Guru IPS Seluruh Indonesia (FOGIPSI) yang diadakan oleh Pengurus Fogipsi daerah Jawa Timur di bawah kepemimpinan Drs. Sohibur Rachman, M.Pd, selaku Ketua, beliau juga menjabat sebgai Kepala Sekolah di SMPN 19 Surabaya, berlangsung di Gedung LPMP Jawa Timur Ketintang – Wiyata Surabaya , tanggal 22-23 Oktober 2017.
Setelah mengikuti kegiatan penulis membuat reportase kegiatan Seminar selama 2 hari itu dan saya kirimkan ke Humas Kemenag Jawa Timur, saat itu penulis disamping sebagai Guru IPS, diberi tugas tambahan sebagai Waka Humas di MTsN 4 Kota Surabaya.
Reportase kegiatan Seminar Nasional disamping saya unggah di laman Humas Kemenag Jatim, juga saya share ke Group WA peserta seminar FOGIPSI Jatim, kebetulan saat itu ada salah satu peserta dari Pasuruan ibu Umi, yang menyarankan saya untuk mengirimkan tulisan saya di Gurusiana.
Penulis yang merasa belum kenal akhirnya mencari informasi di internet apa dan bagimana Gurusiana itu? Akhirnya pencarian berhasil menemukan akun Gurusiana, akhirnya penulis mendaftar sebagai anggota dengan melengkapi persyaratan sebagai anggota, yaitu menuliskan identitas lengkap serta menyertakan foto untuk profil akun kita di Gurusiana.
Penulispun mengunggah tulisan tentang Reportasi kegiatan Seminar Nasional FOGIPSI Jatim di Gurusiana sebagai tulisan yang pertama.
Sebagai pendatang baru penulis mulai melihat Gurusiana, siapa Gurusianer yang menempati kedudukan di Penulis Populer Bulan Oktober 2017, penulis mendapatkan nama-nama Leck Murman, Ari Pudjiastutik, Deni Rochman, Dr. Sadimen dari Brebes dan Ibu Sri Sugiastuti, Edi Martani, Pak Omank, Ibu Isminatun dan Gurusianer senior lainnya.
Sejak saat itu penulis selalu menulis apa saja di Gurusiana, mulai dari reportase kegiatan di Madrasah, kegiatan di rumah, kegiatan di masyarakat, belajar menulis puisi dan menuliskan kisah perjalanan Haji yang penulis lakukan bersama istri pada tahun 2016, setahun sebelum kenal dengan Gurusiana.
Akhirnya tulisan tentang reportase perjalanan ruhani (ibadah haji) menjadi tulisan wajib yang penulis unggah di Gurusiana, akhirnya 60 tulisan tentang Ibadah Haji menjadi sebuah buku perdana Pak Guru Menjadi Tamu Allah
Selama sepekan di akhir bulan Oktober 2017 penulis telah menulis lebih dari 10 tulisan di Gurusiana, artinya setiap hari selalu ada tulisan yang muncul entah satu atau dua tulisan
Memasuki bulan November 2017, penulis makin rajin dan terus menulis dan lambat laun bisa masuk dalam deretan penulis Populer di Bulan November 2017, saat ini bisa masuk tiga besar di bawah Leck Murman, Deni Rochman, Penulis, Sadimen, dan Edi Martani, akhirnya semangat terus menulis tanpa pandang waktu selalu penulis lakukan, kadang sehari bisa menulis 2, 3 bahkan pernah mengunggah 5 tulisan di Gurusiana, dan terus aktif membagikan tulisan di Gurusiana sehingga penulis bisa masuk dalam deretan penulis populer di bulan November 2017
Ketika Media Guru mengumumkan akan dilaksanakan Temu Nasional Penulis di Jakarta untuk yang pertama kali akhirnya penulis nekat mendaftar dan ikut dalam acara yang dihadiri oleh lebih dari 300 penulis dari seluruh Indonesia, padahal penulis belum pernah mengikuti Pelatihan Menulis yang diselenggarakan oleh Media Guru, penulis hanya bermodal nekat dengan hanya modal sebagai penulis pemula di Gurusiana, namun sambutan keluarga besar Media Guru kepada peserta Temu Nasional Guru Penulis sangat luar biasa termasuk kepada penulis, karena dalam acara tersebut penulis bisa bertemu dengan penulis senior di Gurusiana maaupun di Media Guru, bisa bertemu dan berjabat tangan dengan Pak Muhammad Ihsan, selaku … selaku CEO Media Guru dan Gurusiana, bertemu dan bersalaman dengan Mas Eko Prasetyo, Bertemu dengan Leck Murman, Pak Deni Rochman, Bu Yuli Rahmawati, Ibu Wiwik Puspitasari dari Medan, Bundo Yasmi dari Sumatera Barat, Ibu Edit kadila, Ibu Dalia Halmahera dan ratusan penulis lainnya di ajang TNGP 2017
Disinilah penulis mulai berinteraksi , belajar menulis, belajar berbagi dengan para penulis senior dari seluruh Indonesia, semangat untuk belajar dari siapa saja, kapan saja dan di mana saja merupakan bekal terbaik yang harus dimiliki oleh seorang penulis pemula, dan prosesitu harus terus berkesinambungan dan membawa manfaat untuk perubahan dalam kuantitas dan kulaitas tulisan, yang pernah penulis unggah di Gurusiana. Bagaimana keseruan TNGP 2017, akan penulis kupas di bagian 2 tulisan ini.

Pengalaman berikut yang dibagikan Omjay, adalah pengalaman seorang penulis sukses, beliau adalah Namin AB Ibnu Solihin. Bagi yang sedang mencari tempat untuk menuangkan kebiasaan menulis, tepat sekali jika menyalurkan kebiasaan menulisnya lewat blog di internet, mengapa lewat blog di internet? sebab blog adalah alat rekam yang ajaib. Keajaibannya akan anda dapatkan seiring dengan lamanya anda menulis di blog dan mengelolanya dengan baik.

Kita ikuti cerita pengalamannya ditulisan beliau ya...
Beliau adalah motivator pendidikan nomor wahid, Blognya bisa dilihat di http://motivatorpendidikan.com

Membangun Branding Melalui Blog dan Media Sosial

Perkenalkan teman-teman Nama saya Namin AB Ibnu Solihin founder motivatorpendidikan.com, untuk mengenal lebih dekat dengan saya teman-teman bisa searching nama saya di Google. Atau bisa buka link berikut ini https://motivatorpendidikan.com/index.php/2015/08/29/profil-namin-ab-ibnu-solihin/


Saya juga telah membagikan secara Gratis lebih dari 250 materi training di slideshare.net, Dilihat oleh lebih dari setengah juta kali dan di download sekitar 7 Ribu kali setiap tahunnya. Linknya sebagai berikut https://www.slideshare.net/mobile/naminsekolahakhlak

Kita bisa berteman melalui media sosial yang saya miliki Instagram @motivatorpendidikancom, saya juga membagikan kegiatan saya di Channel YouTube Motivator Pendidikan Com.

Baiklah teman-teman saya akan berbagi bagaimana saya membangun Branding melalui Blog dan Media Sosial.

Saya mulai Ngeblog tahun 2007, melalui blogspot.com, saat itu saya ngeblog untuk mengisi waktu luang saat istirahat mengajar. Tulisan di Blog juga masih sangat beragam, bahkan lebih banyak curahatan hati.

Lebih dari 10 blog pernah saya buat di blogspot.com, kini semua blog tersebut sudah saya hapus semua.

Hingga akhirnya disekitar tahun 2013  saya mengenal guraru.org, sebuah blog yang diisi oleh guru-guru kreatif, diantara para pemenangnya adalah yang sudah mengisi materi sebelumnya yaitu Pak.Agus Sampurno dengan Brandnya Guru Kreatif, Om Jay Wijaya Kusuma dengan Brandnya Guru Blogger dan Bang Dedi Dwitagama.

Keinginan untuk menulis lebih baik lagi, akhirnya ditahun 2013 saya mengikuti Teacher Writing Camp angkatan ke-3, yang digagas oleh Om Jay dan teman-teman.

Pada tahun 2014 saya dan Om Jay bersama teman-teman menggagas berdirinya Komunitas Sejuta Guru Ngeblog, pada tahun 2014-2015 kami Komunitas Sejuta Guru Ngeblog memberikan Pelatihan Guru Ngeblog Gratis bagi guru di Jabodetabek.

Tahun 2014 juga awal saya mulai membangun Branding lewat blog. Perjalanan saya membangun Branding bisa dibaca di profil saya pada link di atas.

Singkatnya akhirnya pada tahun 2015 saya melaunching www.motivatorpendidikan.com, seluruh konten tulisannya berisikan berbagai jenis program training yang saya isi.

Sebelum website tersebut di launching, saya banyak mencurahkan gagasan saya tentang pendidikan di Blog https://motivatorkreatif.wordpress.com

Membangun Branding memang tidak mudah, tapi jika kita sungguh-sungguh Insya Allah ada kemudahan.

Membangun Branding juga harus sejalan dengan kompetensi yang kita miliki. Jangan coba-coba membangun Branding tertentu tapi tidak punya Ilmunya.

Membangun Branding melalui blog juga harus selaras dengan kepribadian kita di Blog, Medsos dan segala aktivitas yang kita lakukan.

Menulis konten Blog dengan konsisten pada Branding yang kita miliki adalah kewajiban yang harus ditaati. Kala mau dikenal sebagai pakar pendidikan misalnya, ya sudah konsisten nulis hal-hal yang berkaitan dengan hal tersebut.

Hingga akhirnya ketika orang berbicara "Motivator Pendidikan" mereka, Akhirnya akan mengingat "Namin AB Ibnu Solihin". Ini contoh saja 😊

Tapi jika ada penasaran coba anda searching di Google beberapa kata berikut ini "Motivator Pendidikan" "Pembicara Seminar Parenting" "Motivator Pelajar". Anda akan bertemu dengan siapa kira-kira?

Menulis dan membangun Branding telah mengantarkan saya keliling Indonesia, saya telah mengisi training setidaknya dilebih dari 300 lembaga, sejak tahun 2014-sekarang.

Lengkapnya materi membangun Branding Melalui Blog dan Media Sosial saya bagikan lewat link di bawah ini.

Demikian pengantar diskusi malam ini.Semoga bermanfaat dan tetaplah bersemangat untuk menjadi pribadi yang menginspirasi, menggerakkan dan meneladani.

Dari Hotel Dinesti
Kayu Agung, Kabupaten OKI
Sumatera Selatan


Dari tulisan tersebut diatas, mengundang keingintahuan semua orang, beragam pertanyaan disampaikan, menambah semaraknya diskusi tentang Blog, berikut ragam pertanyaanya:

1. Disalah satu slide diatas, bahwa jangang plagiat atau copas, bagaimana jika copas dan menyebutkan sumber, untuk penulis pemula seperti saya masih kesulitan mengubah kalimat yang bersumber dari narasumber, maupun dari sumber bacaan lainnya?
Jawab:
Silahkan tulis sumbernya.
2.  Saya menulis di blog, masih terbatas berupa resume dari kuliah di grup ini...itupun setelah 3 resume, semuanya masih labil dan berbeda beda, beum ada gaya menulis yang stabil?
Jawab:
tidak masalah, mulai sekarang menulis saja, dari hal yang paling kita sukai, tulisan bagus butuh proses
3. Saya baru seminggu ini menulis di blog, saya menulis keseharian di sekolah dengan siswa, menceritakan cara mengajar dan keadaan sekolah, tulisan saya masih awam, karna saya menulis sesuai apa yang saya rasa, bagaimana menurut pendapat  bapak?
     Jawab:
Saya juga dulu menulis dari keseharian saya sebagai guru, tentang siswa, tentang mengajar, tentang sekolah, karena menulis yang paling enak adalah,menuliskan apa yang kita lakukan.
4.   Jika menulis berbagai macam hal, bagaimana kita bisa membangun branding. Misalnya seperti pak namin yang fokus di dunia pendidikan, sehingga isi tulisanya konsisten dibidang tsb. Bagaimana dengan yang tulisanya campur-campur. Bagaimana kita bisa membangun branding kalo fokus tulisanya beragam?
Jawab:
Hanya yang menjadikan menulis sebagai passionnya yang bisa merasakan nikmatnya Menulis. Nah, karena kita baru belajar, tidak masalah seperti itu yang penting tetap semangat menulis.Tapi catatan saya, Tidak mungkin kita akan bisa menulis kalau kita tidak membaca. Jadi jika ingin jadi menulis atau konsisten menulis, wajib mencintai buku. Selanjutnya jika ingin membangun Branding kita harus fokus menulis pada bidang tertentu, sesuai dengan passion atau keahlian terbaik kita. Jika kita tidak hobi membaca,kita bisa memulai dari anak kita.

Kita kunjungi slide berikut ya…..menambah wawasan

5.   Saya sebagai penyiar radio apakah tepat, bahasa  saya di radio saya rekam dan saya tulis, dan saya masukkan ke Blog, bagaimana dengan bahasanya, ini contoh tulisan saya pak di blog https://sitifatonah2019.blogspot.com/2020/03/menumbuhkan-rasa-percaya-diri-contoh.html
6.   Berkaitan dengan pertanyaan sebelumnya tentang fokus tulisan, Pak. Misalnya blog yang dibuat adalah tentang pembelajaran, apakah sebaiknya di blog itu khusus tentang pembelajaran ? Jika tiba - tiba ada ide menulis tentang topik di luar pembelajaran, apakah lebih baik ditulis di blog lain (membuat blog baru) karena terkadang ide munculnya beragam, atau bolehkah seperti ini, memiliki beberapa blog, setiap blog punya fokus masing-masing, misal blog 1 khusus tulisan tentang hobi saya, blog 2 tentang aktivitas saya disekolah dst, Apakah dengan begitu saya tetap bisa membangun branding saya?
Jawab:
Nah saran saya ibu bisa membranding Blognya dengan nama, contoh gurupenyiarradio.com", jadi tulisan ibu fokus saja hal-hal yang berkaitan dengan dunia penyiaran, dan ibu juga bisa menulis aktivitas ibu sebagai guru sekaligus penyiar. Jika tujuannya sekedar hanya untuk mengisi aktivitas tidak masalah.Tapi jika kita ingin dikenal oleh orang, sebagai ahli pada bidang tertentu, maka harusnya fokus saja pada satu blog dan satu website. Nah jika mau banyak blog bisa juga blog 1 untuk tulisan sesuai branding, blog 2 untuk hobi, blog 3 bisnis.
7. Berdasarkan pengalaman bapak sebagai seorang motivator, apa tantangan terbesarnya ? dan bagaimana cara mengatasinya.
Jawab:
Jadi motivator itu bukan kita ikut TOT tertentu, kemudian kita menamakan diri sebagai motivator dengan nama kita ditambah berbagai gelar pelatihan di belakangnya. Untuk menjadi seorang ahli atau motivator butuh proses dan waktu yang lama. Seorang ahli dalam bidang tertentu dia harus mengalami sendiri apa yang dia sampaikan. Saya sendiri menempa diri dengan memberikan training Gratis selama 10 tahun, sambil terus mengasah diri tentang banyak hal. Baru setelah itu kita Pede jadi motivator profesional, tanpa menggunakan gelar sekalipun. Silahkan lihat di Instagram saya, @motivatorpendidikancon tidak ada poster yang nama saya pakai Gelar
8.   Bagaimana cara mengatasi, supaya tulisan kita luwes dan enak dibaca?
Jawab:
Nulis Blog tidak ada tuntutan untuk menulis formal seperti menulis karya tulis. Jadi menulis saja dengan bahasa kita sendiri, seperti kita bicara dengan orang. Para Narasumber adalah orang yang sama dengan ibu dimasa lalunya, yang awalnya tidak bisa menulis, akhirnya
    dipaksa menulis, kepaksa menulis, bisa menulis, terbiasa menulis dan akhirnya jadi penulis
9.   Apa bedanya e-book dan buku konvensional, bukankah isinya juga merupakan bacaan? Zaman sekarangkan zamanya gadget, mungkin kalo dulu sudah ada gadget, sayapun juga akan membaca di gadget saya.
Jawab:
Kebetulan dari kecil saya hobi membaca...dan dr kecil sudah koleksi buku bacaan... Skrgpun setiap bulan anak saya rutin dan wajib. selalu beli buku bacaan sesuai keinginan mrk...tp tetap saja mrk tertarikx sama gadget. Jika anak suka Gadget masalahnya bukan pada anak tapi pada orang tuanya. Hanya pencinta buku yang merasakan nikmatnya baca buku konvensional dibandingkan dengan ebook. Teknologi boleh berkembang, Tapi kuncinya ada di kecerdasan kita dalam menggunakan.

Silahkan kunjungi link-linknya …..




“bersemangat untuk memantaskan diri menjadi pribadi yang menginspirasi, menggerakkan dan menelandani”

Namin AB Ibnu Solihin
Founder @motivatorpendidikancom
Ayah 4 Anak @tanpa Gadget dan TV


Demikian yang bisa saya resume, semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SUNSET EKSOTIK DI TEPIAN KAYAN TANJUNG SELOR

Lokasi , atraksi utama, dan keunikan utama yang dimiliki