Oleh: Meidawati
Diakhir tahun 2019, namanya tak begitu dekat di telinga, terlihat masih jauh, hanya terdengar samar-samar. Tapi kini Wuhan ada di mana-mana, bahkan saat ini singgah dipelupuk mata kita. Tidak pernah terbayang sebelumnya, kondisi Wuhan kini dirasakan kita semua, perlahan tapi pasti, Bulungan kota indah bebas polusi perlahan mengisolasi diri meski masih terbatas.
Menyusul diterbitkannya Edaran Gubernur Kalimantan Utara tertanggal 19 Maret 2020 dan Surat Edaran Bupati Bulungan tentang waspada penularan covid-19, gedung-gedung sekolah tampak sepi, jalanan menjadi lenggang, seragam pelajar tak terlihat lalu-lalang, pemerintah memutuskan pelajar di wilayah Kalimantan Utara, untuk melaksanakan kegiatan belajar di rumah masing- masing, dengan pertimbangan sekolah sebagai tempat berkumpulnya orang banyak, dan ini merupakan syurga bagi Covid-19.
Upaya pemerintah untuk memutus mata rantai penularan virus melalui isolasi, hendaknya mendapat dukungan dari semua pihak termasuk guru dan siswa. Semua berharap masa isolasi 14 hari bagi siswa bisa berjalan secara efektif. Siswa hendaknya dapat memanfaatkan waktunya untuk tetap tinggal di rumah, dan tetap produktif untuk menyelesaikan tugas dari sekolah, serta bertahan untuk tidak berada di perkumpulan, ini suatu hal yang sulit. Sosial Distance atau menjaga kontak fisik pun menjadi menu mencegah penularan Covid-19, menambah rumitnya interaksi. Namun demi keselamatan semua, kita berjuang dengan hati senang untuk mengikuti arahan keselamatan.
Meski siswa aktivitas belajarnya di rumah, jangan salah lho.....guru tetap eksis mengawal pembelajaran melalui daring di sekolah, guru tetap eksis berada di sekolah terkhusus kami guru SMA/SMK, menyelesaikan segala tugas dan tanggung jawab sebagai guru. Disela-sela kesibukannya mendampingi pembelajaran daring, rekan guru juga bisa eksis menyisipkan kegiatan untuk mengembangkan keprofesiannya, "lho kok bisa katanya gak boleh kumpul-kumpul", " yah kalo kumpulnya didunia maya sih , dijamin lebih aman", " caranya?" "Klik login anggota IGI- lalu daftar" . Rekan guru yang sudah terdaftar anggota IGI tetap semangat ya.....bisa memilih beragam pelatihan Online gratis yang wow, kita dapat ilmu, bonusnya sertifikat, sementara rekan guru yang sedang fokus PTK nya dengan bergabung di Group Menulis PTK, tidak ada salahnya juga lho ikutan Program Belajar Menulis yang diadakan oleh KSGN (Komunitas Semua Guru Ngeblog) selama sebulan, kegiatan ini dipayungi oleh PGRI ", dari sini kita memperoleh banyak motivasi, pencerahan, dan inspirasi tentang menulis. Kegiatan belajarnya online, melalui tautan WA, sederhana sih, namun sangat efektif, disaat kita tidak bisa online, kita masih bisa menemukan jejak diskusi pelatihan. Sekiranya berkenan yuk kunjungi blog ini, jangan lupa tinggalkan komentar ya ..... https://pembelajarhattameidawati.blogspot.com
Hasil belajar dengan KSGN, semoga membawa virus literasi untuk semua, terutama untuk siswaku.
"Guru itu memang tangguh", mungkin kalimat itu yang menjadi terapi untuk mengobati ketakutan diri, sekalipun tak dipungkiri oleh hati, sebenarnya rasa was-was menghantui, kita tidak tau kapan saatnya panah Corona mengarah ke nyawa kita, "semoga no" namun setidaknya sedikit masih lega dan sangat bersyukur, saat melihat tenaga medis yang bertaruh nyawa mendampingi pasien Corona, mereka lebih berat tantangannya. "Beri keselamatan untuk mereka ya Allloh". Doakan kami anak-anakku "Menjadi Karang di Padang Corona"
Sembari menunggu keputusan berikutnya dari pemerintah tentang kegelisahan hati dengan corona "yah ...siapa tau guru juga diisolasi", rekan guru, jangan lupa tetap semangat untuk selalu berkarya. Semoga dengan Corona menjadi awal mencetak banyak karya.
Tanjung selor, 20 Maret 2020
Tidak ada komentar:
Posting Komentar