Resume
Pertemuan ke-8
Menulis
online sebagai eksistensi kita di dunia maya, adalah tema yang disampaikan oleh
beliau Bapak Wijaya Kusumah, yang akrab disapa Omjay. Ditengah-tengah kesibukan
beliau, berada diberbagai acara, KONKERNAS, dan memberikan pelatihan elearning,
kami masih bisa memperoleh ilmu dari beliau yakni pertemuan ke-8, kali yang ke-dua
beliau narasumber di Program Belajar Menulis 20 Hari.
Pemaparannya
diawali dengan menyajikan mou yang baru saja ditandatanganinya dengan pihak
Rektor di NTT.
Berdasarkan
mou yang kubaca, aku menyimpulkan bahwa dunia maya sudah menjadi bagian hidup
manusia, termasuk mahasiswa dan guru, yang mau atau tidak mau, suka atau tidak
suka, harus ada didalamnya. Pelatihan dan penelitian merupakan cara menemukan
kepiawaiannya sampai dengan terampil menulis.
Pembelajaran
seolah wajib berkawan dunia maya, guru dan mahasiswa harus akrab dengan
pembelajaran di dunia maya, termasuk aku kali ya, berpeluh keringat belajar
menulis di dunia maya.
Kita
tak perlu resah apalagi gelisah, bonus akan selalu menanti kita, menjadi seorang
yang eksis, mungkin menjadi cita sebagian manusia, ya, eksis di dunia maya. Eksistensi diri
sebagai seorang guru akan kita mulai
dengan terampil menulis, seorang akan terampil menulis, karena sering berlatih,
ya ….berlatih menulis setiap hari.
Kekuatan
menulis itu sangat luar biasa, mampu mengubah, seperti yang dituturkan oleh
omjay, dengan tulisannya, membawa beliau keliling Indonesia, Ikatan Guru TIK Road Show mengadakan ke 12 kota berikutnya
setelah sukses di 55 kota lainnya bersama epson Indonesia
Roadshow
dapat bertahan sampai ke 55 kota dan akan roadshow kembali ke 12 kota
berikutnya, ternyata punya tip khusus yakni Menulis Online. Ide ini berawal dari Pakar Elearning Indonesia Onno
Widodo Purbo, beliau membangun server elearning untuk rakyat, beliau adalah
salah satu pembina di Ikatan Guru TIK
PGRI, Beliaulah yang memberi masukan tentang mengembalikan TIK sebagai mata
pelajaran, saat itu mendikbud dijabat oleh pak Muhajir Effendy.
Berikut
video pertemuan antara Ikatan Guru TIK PGRI dengan Muhajir Effendy.
Perjuangan
demi perjuangan dilakukan agar TIK kembali sebagai mata pelajaran dan tidak
diganti dengan Prakarya. Perjuangannya ditempuh melalui tulisan di online dan
bersama PGRI menemui mendikbud Muhadjir Effendy pada saat itu.
Menulis
online itu ternyata dahsyat sekali. Tulisan beliau banyak dibaca orang lain.
Termasuk juga pejabat di kemdikbud.
Beliau
memotivasi guru di Indonesia dengan mengajak berlatih menulis online. Baik
lewat wa group atau media sosial lainnya. Sehingga kita menjadi konten kreator
dan mampu menciptakan informasi baru lewat internet.
Paradigma
kita sudah harus berubah, dari yang hanya downloud menjadi upload, dari yang
hanya sekedar unduh menjadi unggah.
Perjuangan
beliau tentang Mapel TIK dilakukan tidak hanya melalui menulis online tapi juga
bertemu langsung dengan mendikbud Anies Baswedan saat itu. beliau diterima
secara resmi di kantornya setelah melakukan demo di media sosial, betapa
dahsyatnya kekuatan kata kata. Poster dibuat oleh pak Namin. Beliau tulis “lebih dari 14 ribu guru bergerak ke Jakarta”. Padahal hanya 7 orang guru TIK yang
siap menghadap mendikbud.
Guru
kita memang banyak, lebih dari tiga juta guru. Namun yg bersuara lantang hanya
sedikit sekali. Oleh karena itu dicari akal untuk bertemu mendikbud. Menulis
online di media sosial menjadi salah satu cara dalam menyampaikan pesan
perjuangan.
TIK
tidak cukup sekedar bimbingan. Pak Onno banyak memberikan inspirasi kepada Guru
TIK. Bantuan dan dukungan mengalir dari berbagai kalangan. Menulis online
menjadi alat perjuangan, sampai suatu ketika beliau diundang makan siang
bersama presiden Jokowi di Istana negara. Hal itu terjadi berkat beliau dan
teman teman blogger menulis di kompasiana.com
Blog
merupakan alat rekam yang ajaib dan keajaibannya akan kita rasakan seiring
lamanya kita mengelola blog pribadi di internet. Sebaiknya kita buat blog
sendiri atau cukup gabung dengan blog lain, misalnya kompasiana.com dan
gurusiana.id
Kalau
punya blog sendiri kita bebas mengelolanya karena kita sebagai adminnya dan itu
gratis di internet, disarankan pakai blog yang gratisan saja dulu, kalau sudah
pintar mengelola blog baru, kita pindah ke blog berbayar untuk eksistensi diri
di dunia maya.
Blog
beliau di wijayalabs.com dan wijayalabs.blogspot.com masih ada sampai sekarang.
Bahkan beliau sudah mulai kembangkan lagi di blog http://wijayalabs.com
Tahun
ini 2020 beliau sudah mulai mengembangkan
lagi dua blog gratis baru yang isinya tulisan kawan kawan di wa group yaitu
omjaylabs.wordpress.com dan omjaylabs.blogspot.com
Kita
bisa belajar sama ibu indinah. Setelah bergabung di wa group belajar menulis,
beliau sekarang aktif menulis di blog. Bagus bagus loh tulisannya dan bantu
kasih komentar ya setelah baca blog bu indinah.
Ada
lagi blog yg sangat menginspirasi yaitu blog ibu @+62 812-8386-2221 febriyanti.
Setiap hari beliau menulis online di Blog dan selalu rajin menuliskan kembali
kuliah online di wa group selama sebulan ini. Kita bisa berkunjung ke blognya
di http://rosianafebriyanti.blogspot.com/
Sekarang
omjay perhatikan sudah banyak sekali pengunjungnya dan banyak hadiah kejutan
beliau dapatkan dari KSGN (Komunitas Sejuta Guru Ngeblog). Komunitas sejuta
guru ngeblog yang omjay dirimkan bersama pak Namin dkk.
Menulis
online itu banyak manfaatnya. Banyak orang akhirnya mengenal kita setelah
mereka membaca tulisan kita di internet. Berikut blog beliau
Diakhir
pemaparannya beliau memberi motivasi berikut:
Hidup adalah
sebuah anugerah, kita tidak akan pernah mengetahui betapa berharganya apa yang
sudah kita miliki, sampai kita kehilangannya. Begitu juga dengan sebaliknya,
kita tidak akan pernah mengetahui apa saja yang hilang dalam hidup, jika
sesuatu itu tidak pernah datang. Maka dari itu syukurilah apa yang ada sebelum
semuanya menghilang.
Kesimpulan
materi hari ini adalah menulis online sangat membantu kita untuk lebih eksis
dalam dunia maya dan langsung dibaca banyak orang bila tulisan kita informatif
dan menarik. Blog bisa dijadikan salah satu media untuk mendokumentasikan
tulisan kita. Kekuatan menulis dapat merubah, sekalipun itu kebijakan
pemerintah
Resumer : Meidawati
Narasumber : Wijaya Kusumah (Omjay)
Tanjung Palas, 24
Februari 2020
Tidak ada komentar:
Posting Komentar