Selasa, 10 Maret 2020

Menjadi Trainer Sukses Bersama Omjay

Pertemuan ke- 16
Narasumber     : Wijaya Kusumah(Omjay)
Resumer           : Meidawati

Belajar menulis hari yang ke-16 ini jatuh pada hari minggu tanggal 8 Maret 2020, dengan narasumber setia Omjay, beliau berbagi ilmu dengan sepenuh hati tentang kesuskesannya menjadi seorang trainer.
Menjadi seorang trainer dibutuhkan stamina yang luar biasa. Sebab dia bicara dari pagi hingga sore hari. Dia harus kuat bertahan selama 8 jam dalam sehari bila pelatihannya dari jam 08.00 sampai 16.00 wib, oleh karena itu menjaga stamina tubuh dengan banyak berolahraga. Harus bisa mengelola waktu dengan baik dan ingatlah selalu bahwa menulis itu menyehatkan jiwa dan raga kita. Mereka yg suka menulis akan jauh dari berbagai penyakit asalkan tahu caranya.

Cara menjaga stamina tubuh adalah dengan menyayangi istri sepenuh hati dan sepenuh jiwa. dengan begitu kita berdua saling melengkapi dalam hidup. Jaga stamina anda bersama pasangan anda. Cinta sejati itu membuat sepasang suami istri tak pernah loyo walaupun banyak masalah yang dihadapinya.
Mendengarakan perkataan istri tercinta, maka peserta dan panitia yakin atas profesionalisme kita sebagai triner. Hali ini pernah dialami Omjay, beliau pernah tak mendengarkan perkataan istri. Waktu itu beliau dan pak dedi diminta mengisi materi PTK di bekasi. Beliau tidak  mau sarapan pagi. Padahal istrinya sudah bikin nasi goreng yang lezat dan telor ceplok yang nikmat. Di saat memberi materi beliau merasa berkunang kunang. Untung saja pak dedi lansung tanggap. Beliau dimintanya untuk duduk saja dan beristirahat. Pak dedi dwitagama yang ambil alih semuanya di SMAN 1 tambun bekasi. Kesempatan itu beliau gunakan untuk sarapan pagi di kantin sekolah. Setelah sarapan beliau sudah tidak lagi kunang-kunang dan  menjadi terang kembali, tak terasa kami mengisi materi sampai sore hari. Semua peserta senang dan panitianya juga senang. Pulang mengisi materi kami diberi amplop berwarna putih dan ada bayangan uang kertas berwarna merah lumayan tebal.

Ciptakanlah kebiasaan harian untuk sukses. Sekitar 22 tahun yang lalu, beliau mendapatkan pelajaran penting untuk sukses, yaitu sukses itu konsistensi. Sukses itu tidak selamanya tergantung pada kuantitas, tapi ia memerlukan konsistensi. Sukses itu tidak selamanya memerlukan kerja besar dan cita cita besar, tapi lebih memerlukan pembiasaan kebiasaan harian yang mudah tapi dilakukan seumur hidup. Pembiasaan itu misalnya:
Buatlah keputusan untuk membangun kebiasaan harian yang rutin, tanpa membebani pikiran dengan kesuksesan besar.
Contoh :
*Tak perlu membebani pikiran dengan keinginan menghafal Al-Qur'an 30 Juz, tapi mulailah menghafal beberapa Ayat setiap hari, atau dua Ayat setiap hari, atau bahkan walaupun hanya satu Ayat setiap hari.
*Tak perlu membebani pikiran dengan keinginan untuk mengembalikan bentuk tubuh yang ramping, tapi mulailah mengkhususkan waktu 30 menit setiap hari untuk berolah raga.
*Tak perlu membebani pikiran dengan keinginan untuk menguasai ilmu tertentu, tapi mulailah kebiasaan membaca buku tentang ilmu itu, beberapa halaman setiap hari.
*Tak perlu membebani pikiran dengan menjalankan diet ketat untuk menurunkan berat badan sampai 30 kg dalam 2 bulan, tapi mulailah membangun pola makan yang sehat dan pola hidup yang sehat setiap hari.

Usia kita semua berlalu dengan cepat.
Kalau kita merutinkan kebiasaan sukses setiap hari, walaupun sederhana dan mudah, insya Allah, kita akan sangat heran dengan kesuksesan yang kita capai setelah satu tahun atau dua tahun yang akan datang. Kita tidak sekedar mewujudkan impian kita selama ini, tapi kita mencapai kesuksesan yang jauh melebihi apa yang kita impikan. Kita saja akan terheran heran, apalagi orang lain.
Coba bayangkan bahwa kita menetapkan untuk mengkhususkan 75 Menit (1 jam 15 menit) setiap hari untuk empat kebiasaan harian :
o   15 menit khusus untuk menghafal Al-Qur'an.
o   30 menit khusus untuk joging.
o   menit khusus untuk membaca buku yang membahas ilmu tertentu, untuk pengembangan diri.
o   15 menit khusus untuk  -misalnya- mempelajari Bahasa Asing.
Insya Allah, beberapa tahun kemudian, yang akan berlalu dengan sangat cepat, kita akan heran bahwa kita sudah hafal Al-Qur'an 30 Juz, kita juga sudah mencapai bentuk tubuh yang atletis, kita juga sudah membaca puluhan buku yang berkualitas, kita juga sudah menguasai Bahasa Asing yang kita pelajari. Semua itu bisa kita capai dengan hanya menyisihkan 1 Jam 15 menit setiap hari. Sangat singkat sekali, karena selain itu, kita masih punya waktu 22 Jam 45 menit setiap hari.
Sukses itu secara sederhana, memerlukan kebiasaan sukses setiap hari. Kesuksesan harian itu bertumpuk dan menyatu menjadi sukses besar yang melampaui impian semula.
Ringkasan tulisan ini ialah : "Sesungguhnya amal yang paling disenangi oleh Allah ialah “amal yang paling rutin, walaupun sedikit". Itulah yang disabdakan oleh Nabiyyul Ummah, Nabi Muhammad -Sallallahu 'Alaihi Wa Sallam- sebagaimana yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim.
(Kebiasaan menyebarkan tulisan yang bermanfaat, salah satu amal yang penting untuk kita rutinkan dengan niat ikhlas)
Diterjemahkan oleh: Dr. Muzakkir M. Arif

Minum madu dan hasilnya dahsyat sekali. Stamina selalu sehat dan bisa membagi waktu untuk membaca dan menulis. Sebab keduanya seperti makan dan minum. Bila tak makan dan minum akan kelaparan, begitu pula bila tidak membaca. Kita akan kehilangan kata-kata. Sebab mereka yg bisa menulis karena rajin membaca. Rabun membaca lumpuh menulis. Begitulah pesan dari penyair terkenal Taufik Ismail. Kita punya waktu yang sama, 24 jam. Kesuksesannya karena beliau mampu membaginya dalam 3 waktu. Dunia nyata, dunia maya dan dunia mimpi. Kita harus membaginya secara proporsional. Waktu di dunia nyata jelas harus lebih banyak daripada dunia maya dan dunia mimpi. Kalau ketiga waktu itu bisa kita kelola dengan baik, maka kita akan sukses dunia dan akhirat seperti artikel berikut omjay berikut ini.

Kesuksesannya sebagai trainer juga karena didukung atasan beliau asalkan tidak meninggalkan kelas. Oleh karena itu beliau terbiasa menerima undangan sebagai trainer ketika hari sabtu dan minggu atau setelah pulang sekolah, sehingga tidak meninggalkan kewajiban beliau sebagai guru. Menjadi trainer itu harus mampu memberikan contoh dan keteladan yang baik. Pimpinan sekolah senang, istri di rumah juga mendukung. Beliau selalu berkomunikasi dulu dengan istri ketika menerima undangan sebagai trainer. Ketika istri kita ikhlas dan ridho melepaskan kepergian kita, maka rezeki akan lancar dan tidak ada yang merasa dirugikan. Beliau tidak melupakan  untuk membawakan oleh-oleh buat pimpinan sekolah dan rekan sejawat sehingga mereka juga senang mendengarkan ceritanya dan bisa pergi dari kota ke kota.

Semua orang didasar hatinya yang terdalam pasti ingin sukses, beliau meyakini bahwa lewat tulisan seseorang bisa melesat jauh menembus ruang dan waktu, ketajaman hati dan perasaan  dapat dituangkan lewat pena
“Menjadi trainer adalah pilihan hidup. Oleh karena itu hiduplah dengan memberi sebanyak banyaknya. Bukan menerima sebanyak banyaknya”. Itulah pesan pak Harfan dalam film Laskar Pelangi.

Demikian, resume singkatku, semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SUNSET EKSOTIK DI TEPIAN KAYAN TANJUNG SELOR

Lokasi , atraksi utama, dan keunikan utama yang dimiliki