Pertemuan
ke -13
Terdecak
kagum, salut, terinspirasi, semangat dan kecerdasannya seolah melengkapi
kesuksesan beliau sebagai penulis handal, tidak ada waktu dan kesempatan yang
terlewatkan, sehingga menghasilakan sebuah tulisan, seolah tidak ada kehabisan
kata-kata, semua mengalir dengan mudah, tanpa cela. Perjalanannya ke negeri Cina, tak luput dari goresan tinta
beliau, semua ditulis dengan apik, unik, menghilangkan kebosanan si pembaca. Mau
tau bagaimana perjalanan lengkapnya, klik link-link berikut ya …
cuplikan video perjalanan belajar di kota Xuzou China,
https://www.youtube.com/watch?v=JzP8FN5B5tE
https://wijayalabs.com/2019/03/25/hari-keduapuluh-satu-belajar-di-negara-china/
Setiap hari beliau
menuliskan kisah perjalanan beliau belajar di china di blog wijayalabs.com dan
kompasiana.com/wijayalabs, salah satu ceritanya di link ini https://www.kompasiana.com/wijayalabs/5c858a1faeebe15ce87aaab2/dunia-terbalik-selama-berada-di-china
Kisah perjalanan beliau
selama belajar di china itu sudah siap menjadi buku dan akan diterbitkan oleh
penerbit Campustaka, penerbit mayor anggota IKAPI, beliau minta ditunda dulu peluncurannya,
sampai berita virus corona ini hilang dulu, terkadang kita harus mencari waktu
yang tepat untuk melauncurkan sebuah buku. Itulah rahasianya mengapa buku-buku beliau
selalu best seller dan tidak pernah beliau terbitkan sendiri, justru dapat uang
dari buku-buku yang beliau terbitkan.
Belajar di negara China
tahun lalu (2019) memberikan kesan tersendiri buat beliau secara pribadi, guru
di sana sangat baik sekali cara mengajarnya, dan mereka selama dua jam
pelajaran mengajar di kelas tidak duduk dan melayani semua siswanya dengan
baik. Padahal satu kelas jumlahnya 50 orang. Ini beliau ceritakan di blog wijayalabs.com dan
kompasiana.com/wijayalabs. Bahkan yang beliau salut, ada seorang guru SMA
perempuan bisa mengajar 3 sekolah sekaligus dalam pembelajaran IPA secara
online, ini keren banget dan kita menyaksikan secara langsung.
Guru yg bersangkutan
menggunakan video skype ke sekolah lainnya, jadi mengajar dalam waktu yang
bersamaan di 3 sekolah yang berbeda, sayang waktu itu beliau belum sempat
merekam sangat efektif sekali dan itulah yang membuat kami berdecak kagum,
sebab kalau diterapkan di negara kita, agak sulit.
Sewaktu mendarat di
bandara China, pengalaman yang unik beserta beliau. Berapa teman langsung
sholat berjamaah di dekat tangga berjalan atau eskalator, sebab tidak ada
mushollah di bandara seperti layaknya di Indonesia. Banyak orang China yang
menonton ketika sedang sholat. Beliau juga punya teman baru, namanya pak
Arnold, guru berprestasi dari Singkawang, Kalimantan Barat, omjay bangga sekali
belajar di kampus CUMT, dan kami mendapatkan penginapan di kampus CUMT, kalau
di Indonesia namanya dormitori atau asrama mahasiswa.
Perjalanan ke kampus CUMT
dilalui dengan bus, bedanya dengan bus Indonesia adalah di dalam bus udara
panas, di luar bus udara dingin, sementara tentang kedisiplianan, sangat
disiplin sekali dan menjaga kebersihan sekolah dan kampusnya. Hanya saja kalau
pasarnya masih bersih pasar indonesia. Kalau di sana toiletnya kurang bersih,
kecuali yg ada di mall. Suhu udara di kota Xuzhou saat itu sangat dingin, jadi
kalau malam semakin dingin sekitar 4 derajat, dan harus mengenakan jaket sampai
3 rangka.
Demikian resum singkat,
semoga kita selalu terinspirasi, jangan lupa kunjungi blog beliau ya….Blog https://wijayalabs.com
“bila anda ingin menjadi penulis, maka anda harus banyak membaca”
“menulislah
setiap hari, maka banyak kisah kisah yang menginspirasi dibaca oleh orang lain.
Apalagi bila menuliskannya di blog. Kejadian setahun lalu masih
terdokumentasikan dengan baik. Beda kalau kita hanya menulis di facebook. Saat
kita butuh sulit utk mencarinya kembali dalam waktu cepat. Blog adalah alat
rekam yang ajaib dan keajaibannya akan anda dapatkan seiring dengan lamanya
anda menulis online di blog pribadi”.
Resumer : Meidawati
Narasumber :
Wijaya Kusumah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar