Selasa, 11 Februari 2020

Memetik Sari Bunga Menulis

Oleh : Meidawati
Resume Pertemuan Pertama
Narasumber : Agus Sampurno

Belajar itu tak mengenal umur, itu prinsipku. Semoga belum terlambat diusia level empat minatku untuk menulis semakin membara. Kuberburu ilmu bersama omjay dan orang-orang hebat yang mendampinginya. Pengembaraanku di program belajar menulis 20 hari dimulai selasa pukul 20.00 sampai dengan 22.00 wite tanggal 11 Pebruari 2020, walaupun tidak bisa bergabung langsung saat itu, namun masih kutemukan jejak-jejak dialog antara guru dan sang pencari ilmu, ya .... dialog itu terukir rapi berpadu seru di group WA Menulis Gelombang 3. Morderator cantik sabar nan  setia mendampingi perbincangan cerdas antara pembicara hebat bapak Agus Sampurno dengan sang pencari ilmu. Kecerdasanya mengantarkan aku untuk lebih mudah memahami maksudnya, meski dengan tertatih kucoba memetik sari bunga menulis dari beliau. "Bagaimana Mencari Ide dalam Menulis" tema inilah yang disajikan beliau. Proses memunculkan ide merupakan hal yang seringkali ditanyakan, bagaimana jawabanya "temukan isu penting saat ini". Duh sakitnya kalo aku  juga kesulitan untuk menemukan isu terpenting, mungkin kita juga harus belajar menjadi orang yang peka dengan lingkungan. Pemaparan kemudian dilanjutkan. Isu penting saat ini dalam dunia pendidikan ada tiga yaitu menjadi guru penggerak, RPP 3 komponen, kelas merdeka belajar. Jika ingin dijadikan tulisan, ketiga isu tersebut memerlukan riset meskipun riset sederhana untuk menimbulkan ide tulisan. Ketiga isu tersebut bisa didalami melalui media sosial, misalnya face book dan twitter. Praktisnya begini, 
1. gunakan kata pencarian RPP 3 komponen, maka akan tampil beberapa artikel dari group pendidikan yang akan diikuti.
2.  cek komentar dan baca secara cepat, dari situ akan ditemukan ide, keluhan serta solusi mengenai RPP 3 komponen, misalnya di FB ternyata group paling banyak komentar mengenai kasus RPP 3 komponen ada 56 komentar, FB akan memilih mana yang paling relevan
3.  ada beberapa hal yang penting untuk dijadikan sub tema sebuah tulisan dari semua komentar yang tampil.
4. ada beragam gaya dalam melakukan riset sederhana, yaitu:
    a) Merangkum semua sebagai tulisan
    b) Menarik ide dari komentar serta tulisan sebagai pokok gagasan

Kumpulan komentar yang tampil di medsos tentang isu RPP 3 komponen, dapat diambil beberapa sub topik  tulisan:
1. ada perbedaan soal terjemahan kebijakan RPP 3 komponen yang sering disalah artikan RPP 1 lembar
2. masih ada keengganan guru untuk mencoba, terbukti dengan disederhanakan masih ada kata komentar seperti ini "jurana mandar minta RPP , mapel ...."
3.  hal yang penting bukan jumlah halaman atau komponennya, karena yang terpenting apakah RPP tersebut digunakan di kelas atau tidak, menjadi skenario pembelajaran atau tidak.

Beliau kemudian memaparkan praktek menulis dari isu tersebut diatas (RPP 3 Komponen), yakni dengan judul "RPP 3 KOMPONEN, SAATNYA GURU PERCAYA DIRI", yang terdiri 3 paragraf. Berikut tulisan beliau:


 RPP 3 KOMPONEN, SAATNYA GURU PERCAYA DIRI

Paragraph 1
Sebagai guru anda pasti pernah merasakan bahwa RPP yang dahulu sangat memberatkan. Bayangkan ada 13 komponen yang harus dituntaskan. Guru merasa RPP bukannya mendukung pembelajaran malah menyulitkan. Belum lagi sikap pengawas yang cenderung menghakimi saat memeriksa RPP, dengan demikian banyak guru yang merasa berat dalam membuat RPP
Paragraph 2
Saat ini kebijakan baru RPP dipangkas hanya 3 komponen saja yaitu Tujuan, Langkah pembelajaran dan Penilaian. Terlihat mudah bukan, padahal sejatinya tidak sesederhana itu memeras dari 13 komponen menjadi 3 komponen. Untuk itu guru perlu yakin dan berpikir bahwa di RPP ada skenario ia sebagai fasilitator pembelajaran dan pendidik. Dengan 3 komponen saja, bisa jadi akan lebih dari 1 halaman dan hal yang terpenting adalah aspek penggunaan yang maksimal dari RPP apakah sebagai pendidik kita mencatat perkembangan di lapangan saat RPP itu digunakan atau tidak. Dikarenakan dari situ biasanya ide akan muncul jika anda ingin mengajar hal yang sama dimasa mendatang
Paragraph 3
Mari sebagai pendidik kita sambut perubahan ini dan menghindari untuk senang menggunakan RPP orang lain, silahkan saja menggunakannya sebagai referensi, namun tetap guru membuar RPP versi sendiri. Jika selama ini RPP sudah tampil sebagai hantu yang membertakan saatnya RPP dijadikan kawan dimana disitu dituliskan indahnya proses yang kita jalani, karena kitalah yang mengetahui seluk beluk kelas kita sendiri. Jadi selamat menjadi guru yang percaya diri dengan RPP 3 komponen.
Demikian, materi yang kudapat dari Pak Agus Sampurno. Saatnya untuk memulai menulis. Semoga bisa memanfaatkan hasil belajar.

Resumer : Meidawati.





2 komentar:

SUNSET EKSOTIK DI TEPIAN KAYAN TANJUNG SELOR

Lokasi , atraksi utama, dan keunikan utama yang dimiliki