Rabu, 26 Februari 2020

VIRUS LITERASI PENEBAR MOTIVASI (Berbagi Proses Menulis Buku)


Resume Pertemuan ke-9  

Bahasanya yang santun membuka pemaparannya dalam berbagi ilmu di program belajar menulis 20 hari dengan Omjay sebagai founder. Beliau adalah seorang kepala sekolah sekaligus penulis yang memiliki motto Mendidik dengan Hati dan berdakwah dengan tulisan, nama lengkapnya Sri Sugiastuti, beliau juga seorang penggiat literasi nusantara. Pengalamannya beliau tuliskan dalam blog ini, kunjungi yuk ….https://astutianamudjono.wordpress.com


Materi beliau tentang Berbagi Proses Menulis Buku dapat di unduh di link berikut ini.

Perjalanan untuk bisa menulis tidak sedikit menemui kendala, namun saat kita berusaha untuk menemukan jalan keluarnya, kendala itu pasti bisa diatasi.
Seorang penulis pernah mengalami “mandeg ide”, baik penulis yang sudah senior maupun penulis pemula sering mandeg atau macet, tidak bisa meneruskan lagi, apa yang kita lakukan ketika hal itu terjadi? selama kita sudah punya offline, punya kerangka apa yang akan kita tulis, di saat itu kita tinggalkan saja, kita bisa keluar menghirup udara segar, bisa juga mungkin ngobrol dengan tetangga atau silaturahmi, untuk membuang kejenuhan, tetapi disarankan tidak berlama-lama, segera kita fokus lagi dan wujudkan target kapan buku itu harus selesai dan bisa diterbitkan atau masuk ke dapur penerbit.

Keterbatasan waktu juga menjadi kendala, kita hanya punya waktu 24 jam dalam sehari, tetapi mengapa ada juga yang bisa menulis sekian banyak buku? semua itu karena prinsipnya giat menulis, punya celengan tulisan atau dengan kata lain banyak sekali tulisan-tulisan yang bertebaran di file, saat ada mood baik kita harus rajin menulis di blog, di gurusiana atau di komunitas lainnya, lalu mengumpulkan dengan tema yang ada dan dibawa ke penerbit untuk bisa dibukukan

Kita meski pandai membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga, menulis akan lebih fokus disaat menjelang salat tahajud atau saat menunggu adzan subuh, bisa dicicil tulisan itu dengan beberapa paragrap, yang tulis di note yang ada di HP, kalau ada kesibukan lain kita berhenti, nanti saat ada waktu lagi bisa lanjutkan, tetapi kita sudah menulis terlebih dahulu offlinenya atau garis besarnya,sehingga kita tinggal mengembangkannya.

Disaat kita kurang konsisten saat menulis, sebaiknya kita jangan memaksakan diri, cobalah menulis apa yang kita sukai dan apa yang kita kuasai, dengan mempunyai dua patokan itu Insya Allah kita akan menulis dengan baik, dan tulisan itu akan mengalir, ada kalanya kita juga merasakan  sering blank, hal ini perlu menambah referensi bacaan yang bisa menunjang tulisan kita atau meminta masukan dari orang lain.

Permasalahan lain saat menulis misalnya karena adanya rutinitas baik sebagai guru dan juga sebagai ibu rumah tangga sehingga menjadikan ide untuk menulis terhenti, hal ini bisa kita siasati misalnya, saat ide ada segera untuk ditulis, bisa kembangkan dengan cara mapping atau mind map, bisa juga dengan menggali lagi dengan membaca referensi yang lebih banyak lagi.

Mengikuti jejak seorang penulis ternyata tidak mudah, hal ini karena menyukai hobi menulis memiliki budaya literasi itu tidak datang tiba-tiba dan tidak semua orang suka dengan budaya literasi, rata-rata orang Indonesia itu lebih suka menonton, maka tidak heran kalau film horor sinetron ataupun berita-berita hoak itu lebih mereka sukai daripada membaca dan menulis. Niat dan tekad untuk menjadi penulis akan membantu kita memiliki hobi menulis.

Kebiasaan menulis akan mungkin kita manfaatkan dalam menunjang pembelajaran, kita bisa menulis modul yang referensinya bisa kita ambilkan dari beberapa buku, kita juga bisa menulis buku hasil dari bedah diary, atau bedah blog, dengan membuat outline atau sub judulnya, akan sangat membantu dalam menulis buku, yang selanjutnya bisa kita kirim ke penerbit, untuk bisa dipublikasikan. 

Demikian resume singkat saya, semoga bermanfaat.
Resumer        : Meidawati
Narasumber   : Sri Sugiastuti
                                                                                                            Tanjung Selor, 26 Februari 2020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SUNSET EKSOTIK DI TEPIAN KAYAN TANJUNG SELOR

Lokasi , atraksi utama, dan keunikan utama yang dimiliki