Senin, 20 April 2020

MELAWAN EGOIS UNTUK COVID-19

Nama : Diah Faramida

Kelas : X IPS 3

Mapel : PPKN 

Tanggal : 21 April 2020 


Tugas : 

Tuliskan pengalaman mu, bahwa kalian adalah sosok yang tidak mementingkan diri kalian sendiri (egois) disaat pandemi Covid-19.

Judul : Lawan Egomu

            Lawan Covid-19

Virus corona yang baru menyebarkan pandemi covid-19 diseluruh dunia menjadi perhatian kita semua. Pasti kebanyakan dari kita takut terinfeksi oleh virus tersebut. Hal ini membuat kita menjadi mementingkan diri sendiri, ada juga orang yang mementingkan kesenangannya dan melakukan aktivitas diluar rumah seperti berjalan-jalan keluar masuk kota, dia tidak mengerti bahwa jika dia melakukan perjalanan jauh atau berkumpul dengan teman-temannya akan membuat virus corona semakin menyebar dan berdampak buruk bagi seluruh orang. Misalnya dia berkontak langsung dengan orang yang terinfeksi dia pun akan terinfeksi dan membawa pulang virus tersebut, orang-orang yang ada dirumahnya pasti juga sudah terinfeksi karena berkontak langsung dengan orang tersebut. Lama-lama akan menyebar dan semakin menyebar. Oleh karena itu kita harus mengisolasi diri kita dirumah, jangan mementingkan kesenangan sendiri, dan harus melawan ego kita. Agar virus corona tidak menyebar dan menghilang dari bumi kita.


#tetapsemangat

#dirumahaja



Nama:DwiAmbarwati Kelas:XIPS3 Mapel:PPKN Tanggal:21April2020

Soal Tuliskanpengalamanmu,bahwakalianadalahsosokyangtidakmementingkandirikalian sendiri(egois)disaatPandemiCovid-19 Berikanjudulyangmenarikya... Jawaban.

SAYA MEMERANGI COVID-19

33harisudahsayaberadadirumahsangatmembosankanmemanghanyamengerjakantugas yangdiberikangurudanmelakukansemuakegiatandirumah. KitasemuasedangmelakukanSocialdistancing(pembatasansosial)akrabdidengarmenyusul pandemivirusCorona.Socialdistancingmenjadisatudiantaraimbauanpemerintah,mengacu instruksiOrganisasiKesehatanDunia(WHO),untukmemerangipenyeb



Jumat, 17 April 2020

BELAJAR DARI RUMAH


SEKOLAH KU DI RUMAH
 Oleh M:  Riyandi


Assalmualaikum wr, wb. 
Disini saya akan bercerita sedikit tentang selama saya liburan 🙆‍♂️ di rumah🏡, sejak pertama di negara kami indonesia saat ini tersebar namanya virus corona atau di kenal dengan kovid 19, virus ini sangat lah cepat penyebaranya jadi kami di sarankan untuk diliburkan sekolah, karena apa? karena takut menyambung 🔗rantai penyebaran virus corona🦠🧟‍♂️.jadi kami di sarankan untuk liburan sekolah selama 14 hari, tetapi didalam liburan kali ini bukan hanya liburan biasa saja, kami tetap belajar 📚📖 yah.. Belajar, belajar di rumah.. Mengunakan sistem online, pertama libur sangat senag🕺, begitu juga dengan belajar online nya sangat senag, tetapi lama kelamaan dan hari 🌅terus berganti 🌌 jam demi jam⏰ waktu dan waktu terus berganti, kami mulai merasa bosan dikarnakan hampir setiap hari di rumah🏡 rasa macam di kurungan penjara😂karna tidak bisa keluar rumah, karna takut terkena serangan virus corona🦠🧟‍♂️.saya merasa kangen semasa belum adanya wabah virus corona🦠semua keadaan di sekolah 🏫maupun di lingkungan🏞️ masarakat yang bisa berkumpul atau bercanda tawa 😂 bersama👨‍👨‍👧‍👦.dan juga saya merasa kangan dengan sekolah dan teman-teman yang biasanya bagun pagi untuk berangkat🚶🏻‍♂️ke sekolah🏫 melaksanakan piket kelas dan biasanya untuk cepat² pergi ke sekolah untuk mengerjakan PR📚✏️ yang belum selesai😁 saya merasa kangen juga ketika azan di komandan kan🗣️ kami lekas untuk bergegas ke musollah🕌 untuk solat berjamaah🧎‍♂️ bersama.saya merasa kangen dengan semuanya🥺.pengalaman saya di rumah juga banyak, saya dengan keluarga banyak mendengar berita📱dengan adanya virus ini, kami harus lebih hidup sehat🏃‍♀️🏃🏻‍♂️dan makanan🍽️harus bersih dan lingkungan juga🏞️ dikarenakan itu kami mulai melakukan hidup sehat, lingkungan kami bersihkan dan juga kami menyiapkan washtapel🛁 tempat untuk pencuci tangan kami 👐🏻 ,begitu juga bayak masarakat. Untuk membersihkan lingkungkan masarakat🏞️dan saling menolong warga yang lagi kesusahan 😊 danpak dari corona ini juga baik, iya megajarkan kami hidup sehat🏃🏻‍♂️ Dan bisa berkumpul dengan keluarga👨‍👨‍👧‍👦,sebelumnya ini semua belum begini, masih banyak orang² tidak melakukan hidup sehat, dan tidak bisa berkumpul dengan keluarga👨‍👨‍👧‍👦karena sibuk dengan perkerjaan masing² sampai lupa dengan anak dan istri di rumah🏡 dengan adanya virus ini kami disuruh diam di rumah agar bisa berkumpul dengan keluarga👨‍👨‍👧‍👦 bersama😊, tetapi jangan juga virusya terlalu lama juga yah🦠,agar kami bisa beraktifitas kembali lagi😊 sekolah, bekerja berkumpul dengan teman semua dan melakukan aktifitas lainnya😇.

itu saja pengalaman saya selama di rumah bu, dan yang saya alami😊🙏🏻.

semoga virus coron🦠 dapat segera usai dan hilang selama-lamanya😊dan bisa kembali seperti semula🤲🏻Aminn.....





TUGAS SEKOLAH KU DI RUMAH
Oleh Fitri Nurmala Sari

Beberapa hari yang lalu pemerintah menginstruksikan bekerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah. Imbauan itu berulang kali diingatkan kepada masyarakat untuk tetap di rumah. Bisa dikatakan kebijakan social distancing tersebut diambil sebagai salah satu upaya menekan penyebaran (covid-19) yang sudah masuk di Indonesia. Alhasil sejumlah wilayah maupun masyarakat pun menerapkan anjuran tersebut sebagai upaya preventif.dan saya salah satu nya yang berada #dirumahaja saat ini,sebenarnya pengalaman saya selama quarantine di rumah tidak begitu banyak momen yang harus di sampaikan,karna saya hanya mengerjakan tugas dari guru yaa..bisa di bilang banyak,keseharian saya di rumah cuman bangun pagi,setelah itu mandi dan makan..,lanjut mengerjakan tugas2,dan kalo sudah saya merasa lelah saya mencoba untuk menonton drama korea hitung2 refresing otak,bermain hp sejenak,menonton youtube,dan itu saya lakukan selama quarantine ini,sangat membosankan bagi saya,meski saya tau ini hal baik bagi saya dan kita semua,maka dari itu #stayathome yah kalian..

Nama : Muhammad Riyanda

Kelas : XI IPS 3 

TGL   : 18 april 2020

Proyek :

Menulis pengalaman pribadi tentang

" Belajar di Rumah "

Assalamualaikum warhamatulahi Wabarokatu. 

Bismillah dengan ini saya selaku prbadi mengucapkan puji sykur atas kehadiran Allah Swt yang memberikan kita selalu nikmat yg tak di sangka sangka berupa nikmat iman, nikmat kesehatan sehingga kita dapat senantiasa menjalani aktifitas atau rutinitas kita selalu di mana saja dan kapan saja yaitu berdiam di rumah saja, oleh karena itu kita dapat mensykuri nikmat Allah. Setiap waktu, setiap, detik, setiap menit, kita melakah tuhan Selalu ada buat kita di manapun itu. 

Sholawat dan salam tak lupa kita haturkan kepada baginda kita yang berjuang menegakkan islam dan Hingga menuturkan darah, dan meneteskan Air mata, dari gelap yang germelap dan sampai sekarang yag terang benerang ini demi siapa yaitu kita umat muslim nya,  Yaitu baginda kita NABI MUHAMMAD , Allahummasoliliwasalimwabarikali.

Terimakasih semua buat sahabat, teman semoga kalian selalu di beri kesehatan selalu Aamiin ,Amiin Yaa roballalamin, 


Dengan ini saya sedikit menceritakan pengalaman  selama liburan ini Yaitu stay Home berdiam diri di rumah" pada Awal liburan itu kami di beri libur sekolah oleh pemerintah dengan berdiam diri di rumah,  dengan belajar online saja, agar kenapa agar tidak menyambung tali atau rantai virus Corona atau yang di sebut virus Covid 19 Maka dari itu untuk sementara waktu sekolah sekolah, di liburkan dengan belajar di rumah, dengan Belajar online.

Pengalaman saya selama liburan ini banyak sekali mungkin ada yang positif nya aja yg lebih baik untuk kalian semua Dengar atau kalian baca maaf jikalu terdapat banyak salah dan ke hilafan" awal liburan jujur saya sangat senag sekali saya juga ingin merasakan apa rasanya belajar online dan bisa besrsma sma berkumpul dengan keluarga lagi di rumah, dengan Adanya Virus tersebut ada segi positif nya juga dan banyak pelajaran yang saya dapatkan, maaf bukan nya senag atau bahagia dengan adanya virus tersebut yaa namanya udah jalan hidup kita hanya bisa menjalani dan terus berdoa kepada Allah swt. Dari segi positif nya virus ini mengajarkan kami cara menjaga diri untuk selalu hidup lebih bersih lagi dan sehat lagi, cara mencuci tangan yang benar sebelum makan sesuatu atau apa itu, cara berjaga jarak yang bukan mahrom nya yaa ini adalah salah satu ajaran agama kami, agama islam, berolaraga yg cukup supaya imun tetap terjaga, dari beberapa hal tersebut kami bisa melawan atau menjegah virus Covid 19 tersebut maka dari itu kami bisa menjani ini semua kami sadar bahwa penting nya menjaga diri untuk selalu hidup sehat makan makanan 4 sehat 5 sepurna, dan lain sebaginya. untuk menjaga tubuh supaya lebih baik, nahh itu lah cerita saya dari segi baik nya .

Dan juga pengalaman saya selama belajar online di rumah ini juga ada suka dan duka nya kami sebelum nya banyak belum mengerti dan paham cara belajar online, tapi kami tetap berusaha dan terus tetap bejar karena ilmu adalah paling penting untuk menuju kehidupan yang lebih baik lagi oleh karena itu kami ushakan, setelah beberapa hari, setelah beberapa minggu kami sudah mulai nengerti bejar online nya dengan cara guru guru membimbing kami juga lewat belajar online tersebut dan kami pun bersykur sekali walaupun libur kami tetap bejar, kami berterimakasih kepada guru guru juga yang siap siaga membimbing anak anak nya menuju kesuksesan mereka rela rela tetap hadir ke sekolah sekolah untuk memberi kami tugas atau pelajaran yang untuk kami pelajari dan kaami kerjakan semua itu untuk kami, Guru ku seorang pahlawan kami, yang senantiasa mengajar kami, tanpa pamrih Itulah guru ku makasih guru ku engkau guru tanpa tanda jahasa kan ku kenag semua itu guruku

Di balik itu semua ada kerinduan yang tersimpan dan menyedihkan, kami memang libur semua murid murid senag dan bagia Itulah yg mereka senagi kata. LIBURAN di balik liburan ini dan ada virus ini setelah beberapa hari, setelah beberapa minggu, setelah beberapa bulan kerinduan telah tercurahkan semua, Kami ingin virus ini cepat usai dari bumi ini,  karrna sadar orang oarnag maupun orang tua, anak kecil dewasa semua tidak bisa ngpain ngpain lagi mereka hanya bisa berdiam diri dirumah itulah cara terbaik bagi kami semua, kami ingin seperti dulu lagi bumi ini seakan udah tersakiti dan terbebani oleh virus tersebut kami ingin virus ini cepat usai karena kami mau sepeti dulu lagi yang bisa menghirup udara segar nya pagi hari, bisa berkumpul dengan teman, sahabat dan lain sebagainya kami ingin ini betul betul cepat selesai karena kami udah kangen dengan sekolah dan guru guru ku, yang biasanya kami belajar dengan bertemu langsung dan bertatap muka kami ingin seprti ini Yaa tuhan itulah kami inginkan segera mungkin ini semua adalah sebagai pelajar bagi kami untuk kami semua

Pengalaman ini mungkin menyakitkan, dan merindukan tapi pengalan ini isnya Allah semoga dapat menuai kebahagian Aamiin Di balik ini semua

Itulah pengalaman singkat saya atau pengalaman selama saya belajar di rumah maaf sekali lagi jikalau banyak salah ucapan tindakan atau lain sebagainya kami hanyalah manusia yg tak luput dari kesalahannya, Kesalahan itu datangnya dari saya pribadi Dan kebenaran hanya milik Allah semata munkin itu saja semoga bermanfaat yaaa. 

Terimakasih untuk warga kalimantan utara untuk tetap tenag dalam mengahadapi serangan Covid 19, penyebaran virus corona sangatlah cepat, tetap di rumah adalah pilihan yang tepat, abaikan saja urusan yang tidak penting penting yaa,  lebih penting menjaga jarak, agar kita tetap selamat agar virus corona tidak menyebar, virus Corona kecil mematikan namun tak terlihat isolasi diri, agar semuanya tidak semakin gawat, keputusan kita Untuk orang lain agar sangat bermanfaat, Bersama mari kita menjaga lingkungan yang aman dan sehat,  tetap tenag, tetap waspada indonesia bebas Covid 19 

Beberapa langkah lakah di atas semoga bermanfaat untuk kalian semua yaa Aamiin

Sekian dari saya Muhammad Riyanda

Wasalamualaikum warahmatullahiwabarokatu.




RINDU BELAJAR DI SEKOLAH
Oleh: Ika Ramadinah

Belajar di rumah memang terlihat seru, tapi untuk sebagian siswa termasuk saya menganggap belajar di rumah sangat melelahkan karena kita kurang memahami materi secara langsung. Walaupun beberapa materi bisa  dipahami dengan jelas tapi tidak semudah ketika diterangkan langsung oleh bapak/ibu guru saat di kelas.
 Saya tuh rindu sekolah, bukan pelajarannya, eeh jangan salah paham dulu.saya tuh rindu dengan keseruan bersama teman-teman, termasuk para guru. Keluhan saya bukan karena banyaknya tugas yang menumpuk, melainkan pada suasana yang cuma berdiam diri di rumah.
Jadi menurut saya pengalaman belajar dirumah tuh lumayan sulit dan ada juga enaknya.karena saya dapat lebih memahami cara menggunakan berbagai fitur untuk belajar,mencoba yang belum pernah saya coba,dan berusaha untuk lebih bekerja keras. Jadi itulah pengalaman belajar dirumah menurut saya.
  
Dan jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan tubuh kita gunakan masker saat akan keluar rumah,tapi usahakan untuk berdiam diri dulu yah dirumahnya.semoga sehat selalu
Sekian dan terimakasih 😉

Rabu, 15 April 2020

Antologi Penanda Sejarah (XI IPS)

BELAJAR DARI RUMAH
Oleh: Cisa Eljosa
 
Iyap, teman-teman kita semua pastinya diliburkan dari proses belajar di sekolah. Tapi kita bukan nya libur belajar namun kita belajarnya di rumahkan. 


Har-hari yang saya rasakan dalam belajar di rumah ini yah agak cukup kurang nyaman lah saya merindukan di sekolah karena lebih asik dapat berinteraksi dengan Teman-teman. Saya juga merasa kadang kesulitan dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru karena sangat beda tanpa adanya penjelasan.


Intinya saya sangat merindukan sekolah dan teman-teman banyak hal yang unik dan menarik terjadi jika di sekolah dan yah seru deh pokoknya saya ingin cepat-cepat bisa sekolah lagi, dan juga semoga Virus Covid-19 yang melanda kita ini dapat berlalu yah dan bumi kita tercinta ini kembali sehat. 




JARINGAN OH JARINGAN DIMANA KAMU
Oleh: Indriyanus


Selama libur dalam rangka mengatasi atau memutus rantai penyebaran virus corona ini, kami sebagai siswa diharapkan bisa belajar secara mandiri di rumah masing-masing, bagi saya pengalaman ini adalah pengalaman  pertama yang dihadapi siswa di seluruh Indonesia atau pun di dunia, kami sebagai siswa diharapkan tetap belajar tanpa melakukan interaksi dengan guru secara langsung di sekolah, karena ada rasa ketidakseimbangn meliburkan siswa tanpa diberi tugas sehingga menteri pendidikan dan para guru mengabil inisiatif yaitu siswa belajar di rumah dengan  menggunakan media internet untuk sarana penyampaian materi atau pun tugas.

Untuk pengalaman saya peribadi selama belajar di rumah yang mengesankan menurut saya yaitu ketika jaringan di rumah tidak bagus dan saya  harus berkeliling mencari jaringan untuk tetap bisa belajar dan mengumpulkan tugas,terkadang mengerjakan tugas di dermaga sambil lihat sungai sambil belajar sugu hal yang sangat luar biasa,dan hal yang paling luarbiasa menurut saya yaitu ketika mengerjakan tugas di hutan,sambil bakar ikan sambil kerjakan tugas dengan jaringan yang sangat ironis sekali 🤣🤣..

Senin, 13 April 2020

Antologi Opini Siswa(Peran Guru dalam Pendidikan)




Nama : Dwi Ambarwati
Kelas  : X IPS 3

Guru merupakan pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik.
Mereka Sebagai pekerja di dunia pendidikan memiliki tanggung jawab  besar. Tidak hanya mengajar, memberi materi pelajaran tapi mereka juga mendidik anak didik untuk menjadi pribadi yang baik, yang berguna untuk kehidupan kita apalagi guru merupakan orang tua bagi kita di sekolah.Selama sekolah, banyak sekali guru yang saya sukai, bukan hanya karena guru itu asyik, cantik atau ganteng tapi karena guru itu menyenangkan kalau memberi materi pelajaran. Dan memang benar kalau memberi materi kepada anak lebih baik dibawa dalam suasana yang tidak terlalu tegang dan membuat anak stress. Ditengah pandemi saat ini mereka lah yang membuat saya semangat belajar dan siap untuk ke sekolah nanti menerima pelajaran yang mungkin sempat tertinggal.

Nama : Adinda Nurhana
Kelas : X IPS 3

Foto guru-guru SMA Negeri 1 Tanjung Palas, menggambarkan arti kebersamaan dan persatuan, mereka juga yang memotivasi diri saya untuk menjadi yang lebih baik, mereka tidak pernah lelah mengajarkan dan membimbing saya supaya saya dapat memahami hal-hal yang belum saya ketahui.
Dari mereka juga saya dapat menemukan berbagai hal baru dan pengalaman dalam pembelajaran, mereka tidak pernah lelah mengajarkan dan menjelaskan apa yang saya belum mengerti, mereka sangat sabar menghadapi berbagai sikap dan perilaku dari berbagai murid, mereka tetap semangat walaupun sering tidak dihargai oleh murid-muridnya, mereka mendidik murid-mutidnya dengan cara yang baik.
 Jika disekolah mereka adalah pengganti orang tua, yang mengajarkan dan memberi berbagai materi, nasehat, dan berbagai hal lainnya, mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa, mereka adalah sosok yang mulia, mereka rela menghabiskan waktunya demi anak-anak murid mereka.
Sungguh mereka adalah sosok yang paling saya sayangi selama disekolah, terimakasih Bapak/Ibu Guru:)


Nama: Ade Rindiani
Kelas: X IPS 3

Guru yaitu beliau-beliau yang tanpa tanda jahasa.Bertekad mendidik siswanya agar menjadi seseorang yang bisa menginspirasi banyak orang diluar sana kelak siswanya akah tumbuh dewasa.
 yaitu sumber inspirasi bagi murid-muridnya yang tak kenal kata lelah untuk selalu mendidik para muridnya agar tetap menjadi seorang murid yang berprestasi dan mendukung muridnya agar dapat meraih cita-cita dan masa depan yang baik.

Nama : Diah faramida
Kelas : X IPS 3
Mapel : PPKN

Tugas guru adalah mengajar siswa-siswinya agar memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam masing-masing bidang pelajaran. Selain itu guru juga memiliki tanggung jawab dalam mendidik siswa-siswinya agar mempunyai sikap dan tingkah laku baik. Mereka telah mengajarkan kami tentang banyak hal, dan memberi ilmu yang bermanfaat. Mereka mengajar kami tanpa pamrih, kami sangat bahagia memiliki guru yang baik hati. Dengan ilmu pengetahuan yang mereka ajarkan kepada kami, kami bisa berekspresi dan melakukan hal-hal baru yang belum pernah kami lakukan. Setiap hari mereka selalu memotivasi kami agar menjadi seseorang yang sukses. Dan merekalah yang menunjukkan potensi yang kami miliki. Terima kasih kami ucapkan atas segala hal yang telah kalian lakukan, dan saya bangga menjadi siswa SMAN 1 Tanjung Palas.

Nama: Wahyu Imam
Kelas : X IPS 3

Mereka adalah Guru SMA Negeri 1 Tg Palas, Bapak dan ibu guru yg selalu mendidik anak-anak muridnya supaya kelak menjadi orang yang berguna. Ketika kita berada di sekolah, bapak dan ibu guru lah yg menjadi orang tua kita, memberikan pengetahuan, memberikan motivasi bagi kita, mereka telah berjuang untuk mendidik kita.

Nama : Emanuella pingkan siar
Kelas : X IPS 4

Dari gambar itu kita dapat melihat betapa iklas dan ceria nya kebersamaan guru guru dalam  mengemban tugasnya sebagai motivator yang mampu memotivasi anak didiknya agar penuh semangat dan siap menghadapi serta menyongsong perubahan hari esok.
Disini, tugas guru adalah menumbuhkan keingintahuan anak didik dan mengarahkannya dengan cara yang paling mereka minati. Jika anak didik diberi rasa aman, dihindarkan dari celaan dan cemoohan, berani berekspresi dan bereksplorasi secara leluasa, ia akan tumbuh menjadi insan yang penuh dengan percaya diri dan optimistis.
Seorang guru bisa menjadi pahlawan pembangunan yang memiliki jiwa juang, memiliki semangat untuk berkorban, dan menjadi pionir bagi kemajuan masyarakat.

Irwansyah:
Kebersamaan guru terhadap kita untuk tetap setia mengajar kita walaupun harus penuh dengan kesabaran dan ke ikhlasan demi murid-murid nya untuk menuntut ilmu ,tugas guru adalah mengajar murid nya agar bisa memahami prilaku yg benar dan baik,juga mengajar kan kita materi  yang kita pelajari agar lebih memahami,untuk guru-guru tetap semangat dan untuk mengajar kami

Satriani K:
Dari foto itu kita dapat melihat,betapa bersabar nya guru kita mengajar kita, mendidik, membimbing  
kita dengan ikhlas,mereka  memberikan pengetahuan-pengetahuan yang belum kita ketahui serta mengajari bagaimana adab dan akhlaq, untuk kita, agar menjadi generasi Bangsa yang mampu menjaga serta membangun masadepan

Rahmat Wiranda: 
Dari gambar tersebut kita dapat melihat keikhlasan guru dalam membimbing kita walau kita susah diatur guru guru tersebut sabar dan membimbing kita dengan sabar semoga sehat selalu guru guru tercinta

Rika Hardayanti:
Dari foto ini kita bisa dapat Melihat bagaimana kebersamaan semua guru mengajar dan membimbing selalu memberikan yg terbaik buat ank murid nya agar selalu tetap semangat belajar dan berkarya 
Guru ini juga mengajar kan kita kebaikan,kesopanan,ke imanann dan kebersamaan antara sesama siswa dalam memahami dan mencari ilmu yang berguna.

Nor marissa:
Dari foto ini kita bisa melihat bagaimana semua guru berusaha untuk memberi masukan ilmu pada murid - murid nya agar tetap semangat dalam mengerjakan tugas daring di rumah di tengah pandemi covid - 19. serta tetap bekerja keras untuk memberi yang terbaik seperti membimbing, mendidik, dan memberikan pengetahuan yg belum kita ketahui dengan ikhlas

Agus achmad dani:
Dari foto tersebut saya dapat menceritakan sedikit betapa ikhlasnya dan kebersamaannya bapak/ibu guru membimbing siswa siswinya walaupun keadaan sekarang ini  ada yang namanya virus covid-19 bapak/ibu guru tetap ke sekolah untuk memberikan siswa siswinya tugas online dengan cara seperti ini siswa siswi tidak ketinggal materi-materi dan terhindar dari virus tersebut saya berharap wabah ini akan cepat hilang dan siswa siswi dapat turun seperti biasanya lagi
guru-guru SMAN 1 TANJUNG PALAS. Saya dapat mengatakan bahwa Kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh kemampuan para pendidiknya untuk mengubah karakter generasi penerusnya ke depan. Tanpa figur pendidik, mungkin bangsa besar seperti Indonesia tidak akan dapat menikmati hasil jerih payah putra-putri nusantara yang sudah mendorong perkembangan tersebut.
Pencapaian Indonesia hingga saat ini tidak terlepas dari peran guru yang telah membimbing anak muridnya menjadi manusia dewasa dan berperan aktif dalam pembangunan Indonesia.

Reinaldy.M.Ar:
KELAS:X-IPS-3
Guru adalah figur pahlawan tanpa tanda jasa. Guru adalah sosok terpenting dalam kehidupan kita. Beliau dengan segenap hati ikhlas dalam mendidik kita, memberikan pengajaran yang bermanfaat dan berguna.
Tugas Guru sungguh sangat mulia. Guru sebagai pendidik sekaligus pengajar dalam memberikan pengetahuan yang bermanfaat. Dan juga praktek kedisiplinan yang menempa kehidupan kita menjadi lebih baik. 
Guru yang selama ini yang menganti kedua orang tua kita selama disekolah. Guru adalah seorang pendidik  yang berprofesional dengan tugas utamanya  mendidik,  mengajar,  membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi siswa. Maka peran guru disini sangatlah berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa, faktor utamanya adalah kunci keberhasilan dalam proses belajar siswa.
Dalam hal ini, motivasi belajar siswa amatlah sangat penting bagi pencapaian prestasi belajar siswa serta menjadi kewajiban guru untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.


DARING: Potret Pembelajaran ditengah Isu Corona


Oleh: Meidawati, S.Pd

Kakinya yang kuat mendaki tanah yang lebih tinggi di hutan untuk menemukan jaringan internet, setelah terhubung dengan jaringan internet, dengan segera siswa tersebut langsung mengikuti pembelajaran daring. Hutan dan rumah adalah tempat belajar bagi siswa saat “belajar dari rumah” diberlakukan.

Sejak Covid-19 menjadi pandemi, wajah dunia mendadak berubah dengan dratis. Manusia menjalani tata kehidupan yang baru. Bekerja dan belajar dari rumah, tidak luput ibadah juga sangat disarankan untuk di rumah, demi memutus matarantai penyebaran Covid-19. Pembelajaran daring diterapkan agar siswa tetap belajar di tengah isu corona. Beragam kendala dalam pembelajaran daring datang  silih berganti,  jaringan internet yang tidak semua tempat mewadahi, paket data yang tidak semua orang tua mampu membeli, gadged yang tidak semuanya support dengan aplikasi pembelajaran daring. Guru dituntut cerdas untuk mengatasi dengan metode yang sederhana agar pembelajaran daring tetap berjalan dengan efektif.

Pembelajaran daring yang diterapkan disekolah kami sungguh beragam, ada yang menggunakan google classroom, google form, quizizz, media youtube, video, blog, vlog, WA group, zoom, quiper. Setiap guru menggunakan media pembelajaran daring yang dianggap lebih mudah untuk menyesuaikan, tak ayal siswa kadang merasa kesulitan dengan media yang banyak, kecuali media yang biasa digunakan  sebelumnya.

Pembelajaran daring diterapkan dengan memanfaatkan blog yang dimiliki oleh setiap siswa. Penugasan kepada siswa lebih pada curah pendapat seputar Covid-19, karyanya ditulis ada yang dalam bentuk puisi, artikel maupun pengalaman pribadi. Semua tugas disarankan untuk disimpan di blognya masing-masing, namun karena siswa belum terbiasa menggunakan blog, tidak semua siswa mampu meski hanya sekedar menyimpan. Guru menerima tugas dari siswa secara daring sesuai dengan kemampuan setiap siswa

Tanpa bimbingan guru secara langsung, siswa juga merasakan kesulitan dan susah memahami saat mengerjakan tugas khususnya mata pelajaran eksata, meski sudah diskusi intens melalui WA group. “Susahnya saya memahami perintah dari handphone,” tuturnya. Siswa terbebani dengan banyaknya tugas-tugas yang diberikan guru dan merasa “keteteran”. Siswa menuturkan bahwa belajar lebih mudah saat berkomunikasi secara langsung, “kadang belajar secara langsung saja sulit, apalagi belajar dengan jarak jauh”. Meski guru sudah memberikan penjelasan, namun siswa kadang kurang jelas memahaminya

Siswa juga menuturkan “pembelajaran di internet banyak sekali godaan yang menganggu peroses pembelajaran entah itu menonton film,  bermain game dan sosial media, cara mengatasi kesulitan tersebut dengan saya  menonaktifkan semua notifikasi sosmed”. Hal ini yang mengkuatirkan kita semua, disaat kita memaksakan untuk pembelajaran daring disisi lain ada kemungkinan siswa yang justru semakin tidak produktif dalam menggunakan tekhnologi.

Pembelajaran daring disisi lain  memberikan efek yang positif, perjuangan menghadapi beragam tugas menjadikan siswa lebih siap menghadapi tantangan yang lebih berat dikemudian hari, siswa mampu belajar secara mandiri dan mampu memperoleh variasi belajar,  siswa menjadi tangguh, pekerja keras, kreatif. Belajar dalam jaringan menguji siswa terhadap seribu godaan, saat mereka mampu melewatinya, hakikinya siswa sukses dalam belajar. Siswa menjadi cerdas, mampu menemukan solusi saat menghadapi kesulitan dalam pembelajaran daring.

          Belajar dari rumah saat pandemi corona menjadi suatu yang wajib, sampai kapan berakhir? Semua berharap secepatnya, guru ditantang untuk lebih tangguh, mampu menemukan metode yang tepat untuk siswa. “Belajar dari Rumah Aja,” untuk memutus mata rantai corona.

Minggu, 12 April 2020

HIDUPKAN DARING DI TENGAH BELANTARA

Oleh: Meidawati, S.Pd


Awal mendengar Covid19 mewabah di Wuhan tak pernah bermimpi jika kejadiannya menjalar hingga kepelosok negeri. Kenyataan Covid19  menjadi pandemi wajib kita hadapi. Keberadaannya mengubah seluruh tatanan kehidupan, yang pada akhirnya menjadikan rumah menjadi pusat kegiatan manusia. Bekerja dari rumah, belajar dari rumah sampai ibadahpun di rumah. Manusia dituntut berfikir cerdas, menghadapi tantangan cara hidup yang berubah secara cepat. Pekerja dituntut tetap produktif dalam bekerja, pelajar  diharapkan mampu belajar dengan model jarak jauh, masyarakat dicoba imannya dengan ibadah di rumah. Semua berdo’a dan berjuang bersama-sama, dengan senantiasa berharap pandemi segera berakhir.

Sebagai guru PPKn, tidaklah sedikit kendala saat belajar dengan tatap muka, mulai dari membangkitkan semangat belajar, pengelolaan kelas, memilihkan metode belajar yang tepat sampai praktek dalam kehidupan sehari-hari, terlebih pembelajaran dengan moda daring, yang tidak bisa dekat dengan siswa, fasilitas dan kemampuan tekhnologi yang dimiliki siswa tidak merata serta jaringan internet yang tidak semua tempat mewadahi, sehingga belajar dari rumah membutuhkan kreatifitas dari seorang guru agar pembelajaran tetap berlangsung. Selain dari siswa, kendala kadang dari posisi sebagai guru yang saat dirumah tidak hanya sebagai guru merangkap juga sebagai seorang pengasuh anak. Kondisi ini adalah tantangan bagi seorang guru. 

Ilustrasi cerita berikut ini setidaknya menggambarkan tantangan dalam pembelajaran dengan moda  daring.

Terasa lama mata menatap layar putih, andai mata bisa bicara dia akan mengatakan “aku lelah harus memandangmu hai layar, tidakkah bisa kau akhiri peristiwa ini”, cetus si mata dalam pembelajaran daring, guru menyahut, “nanti dulu, daring ku belum selesai, aku harus menyampaikan laporan kegiatanku ,”siswa pun ikutan menyahut, “iya, hai si mata, aku belum menyelesaikan tugas ku, kamu harus bertahan dulu ya…... tiba-tiba si paket data berteriak, “aku minta makan,” guru pun bertanya, “lho bukannya aku sudah kasih camilan kemarin, sudah habis kah?”, si paket data berkerut dahinya, sambil nada ketus berkata ”kan aku duduk lama menemani mu, aku harus ngemil donk, biar kerjaanmu selesai,” ya udah nanti aku belikan,” jawab guru. Tak ketinggalan siswa pun ikut nimbrung, “oke si paket, entar aku minta uang emak ku, untuk belikan cemilanmu, tapi emak ku di rumah aja gak lagi ke pasar, gimana bisa dapat uang,” gak usah kuatir, berdo’a emak mu dapat rezeki dari presiden,“ guru menimpali keluhan siswa. Sembari berfiki,  guru nasehat, “hai si paket, kalo ngemil didik-dikit saja ya, hemat, kita belum tau kapan si covid pulang,”si paket mengangguk tanda setuju tapi dengan syarat, si paket mengingatkan si mata, “hai si mata, jangan banyak nonton you tube ya, buka wa yang teks saja,”si mata menatap si paket, “iya lah”.

Menjalani pembelajaran daring dengan siswa di dunia maya serasa sunyi di gurun malam, interaksi sungguh terbatas dan ada kalanya rumit untuk meraih hati siswa, membaca sikap siswa, belum lagi mengelola kelas daring sambil mendampingi buah hati di rumah, juga menambah daftar cerita mengajar di dunia maya, pegang HP harus ngumpet, atau cari akal mengalihkan perhatian, buatkan gambar lalu si bocil yang kasih warna, kalo gak, kena bajak si bocil, alamat deh koneksi ke siswa terputus,”. Melaporkan kegiatan pembelajaranpun menjadi menu tambahan dalam administrasi guru dalam pembelajaran daring. Semua dijalani dengan ikhlas, dan selalu berusaha refleksi setelah pertemuan kelas daring. 

Ditengah isu covid-19, dalam pembelajaran daring akhirnya menjatuhkan pilihan dengan menggunakan media blog, sementara untuk komunikasi dengan memanfaatkan WA Group. Pembelajaran daring  yang digunakan yakni  dengan memanfaatkan blog pribadi yang dimiliki oleh siswa. Setiap tugas yang diberikan disarankan untuk  menyimpanya di blog masing-masing. Namun tidak semua siswa dapat melaksanakan, disebabkan karena masih belum terbiasa menggunakan blog. Memang belum ada seumur jagung siswa memiliki blog, itu bisa dimaklumi, sebab gurunya juga baru bangun buka blog yang sekian tahun tidak pernah digunakan, terbangun dari mimpi saat belajar menulis bersama KSGN. 

Untuk mengetahui tugas yang sudah dikerjakan  siswa, cukup dengan mengunjungi alamat blognya yang sudah masuk daftar alamat blog siswa. Siswa harus diperlakukan berbeda karena setiap siswa memiliki kemampuan yang berbeda, baik keterbatasan fasilitas maupun kemampuan tehknologinya. Guru menerima pekerjaan siswa yang ditulis di buku kemudian di foto dan share ke WA Group.

Penugasan kepada siswa lebih pada curah pendapat seputar covid-19, karyanya ditulis ada yang dalam bentuk puisi, artikel maupun pengalaman pribadi. Penugasan tersebut dimaksudkan siswa terampil menyampaikan pendapat secara tertulis, meski  sebagian siswa masih menulis sekedar copy paste, namun sebagai guru tetap mengingatkan karya yang dibuat merupakan karya sendiri, sementara tenggang waktu pengerjaan tugas diberikan selama seminggu atau telah diselesaikan sebelum pertemuan daring berikutnya. Meski sudah diberi waktu pengerjaan yang cukup lama, namun masih saja ada kelas yang hanya 15% dari 18 siswa hadir secara online yang menyampaikan tugasnya, ditunggu kok sepi ya, baru 4 siswa yang mengumpulkan tugas, ada apa dengan siswaku? akhirnya jurus terakhir dengan berfikir positif, oh mungkin paket data habis, jaringan tidak ada, atau kesulitan ngerjain tugas,  kelelahan. Semoga badai corona cepat berlalu, memaksakan?, mengancam?, bukan jalan keluar.” 

Kondisi ini, membawa guru mencoba dengan metode yang lebih sederhana dan praktis yakni siswa cukup menuliskan pendapatnya dengan chating ke WA group. Saat itu siswa diminta untuk mengungkapkan pendapat mereka tentang strategi pemerintah di bidang pendidikan dalam menghadapi pandemi covid-19 yakni mengenai "belajar dari rumah". Siswa diminta untuk menceritakan kendala saat belajar di rumah, serta solusi mereka saat menghadapi kendala tersebut. Hasilnya ada peningkatan, 12 siswa dari 18 siswa yang hadir secara online, mampu mengungkapkan pendapatnya dengan chating ke WA group

Pembelajaran dengan media dan metode apa saja tidak masalah yang utama kompetensi dasar pembelajaran dapat tercapai. Belajar melalui WA group justru lebih efektif, selain siswa sudah sangat familiar menggunakannya, siswa tidak terbebani dengan paket data, jaringan internet  juga sangat bersahabat alias gak lemot.  Kemudahan lain dengan menggunakan WA group, siswa tetap bisa membaca ulang chating diskusi dan tugas yang dibagikan melalui WA group, sehingga siswa yang terkendala dengan masalah jaringan dan paket data yang belum terbeli, masih bisa mengikuti pembelajaran daring, dengan catatan siswa diberi tenggang waktu yang cukup untuk menyelesaikan tugasnya, dan guru tidak jenuh selalu memotivasi siswa sehingga siswa tidak tertimpa sakit malas.


Bulungan, 11 April 2020

 

BIODATA PENULIS

 

Meidawati, S.Pd  lahir di Rimbo Bujang, 24 Mei 1977. Penulis saat ini bertempat tinggal di Jl. Gapensi Kel. Tanjung Selor Hilir, Kec. Tanjung Selor, Kab. Bulungan Provinsi Kalimantan Utara dengan alamat e-mail hattameidawati@gmail.com dan nomor HP 085251266499.

Menyelesaikan S1 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Universitas Gajah Mada pada tahun 1999 serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi pada tahun 2003. 

Memulai karier sebagai guru PPKn di SMA Negeri 1 Tanjung Palas, tahun 2004 dengan Alamat Kantor: Jl. Pramuka Kelurahan Tanjung Palas Tengah,  Kec. Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara dengan nomor  (0552) 2025141. 

Pengalamannya sebagai guru memotivasi untuk belajar menulis artikel ilmiah dari hasil penelitian tindakan kelas yang kemudian dimuat pada Jurmal Mitra Guru Lembaga Diklat dan Penelitian Kresna Bina Insan Prima, 2018 serta menyampaikan seminar Hasil Penelitian Tindakan Kelas di kalangan teman sejawat, menulis buku: Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar melalui Model Pembelajaran Teams Games Tournamens, kontributor puisi pada  Buku Antologi Puisi dengan judul Kenangan, Penerbit: Tasik Zona Barokah, Buku Antologi Puisi dengan judul Mimpi dan Puisi, Penerbit: T-Zone Publisher serta Buku Antologi Puisi Anti Korupsi dengan judul Saat BerJuMPA Di KerTas (Sabar Taat Berani Mandiri Peduli Adil Disiplin Kerja Keras Tanggung Jawab Sederhana) Penerbit: Garis Katulistiwa


SUNSET EKSOTIK DI TEPIAN KAYAN TANJUNG SELOR

Lokasi , atraksi utama, dan keunikan utama yang dimiliki