Terasa lama mata menatap layar putih, andai mata bisa bicara dia akan mengatakan “aku lelah harus memandangmu hai layar, tidakkah bisa kau akhiri peristiwa ini”, cetus si mata dalam pembelajaran daring, guru menyahut, “nanti dulu, daring ku belum selesai, aku harus menyampaikan laporan kegiatanku ,”siswa pun ikutan menyahut, “iya, hai si mata, aku belum menyelesaikan tugas ku, kamu harus bertahan dulu ya…... tiba-tiba si paket data berteriak, “aku minta makan,” guru pun bertanya, “lho bukannya aku sudah kasih camilan kemarin, sudah habis kah?”, si paket data berkerut dahinya, sambil nada ketus berkata ”kan aku duduk lama menemani mu, aku harus ngemil donk, biar kerjaanmu selesai,” ya udah nanti aku belikan,” jawab guru. Tak ketinggalan siswa pun ikun nimbrung, “oke si paket, entar aku minta uang emak ku, untuk belikan cemilanmu, tapi emak ku di rumah aja gak lagi ke pasar, gimana bisa dapat uang,” gak usah kuatir, nanti emak mu dapat uang dari presiden,“ guru menimpali keluhan siswa. Sembari berfikir guru nasehat, “hai si paket, kalo ngemil didik-dikit saja ya, hemat, kita belum tau kapan si covid pulang,”si paket mengangguk tanda setuju tapi dengan syarat, si paket mengingatkan si mata, “hai si mata, jangan banyak nonton you tube ya, buka wa yang teks saja,”si mata menatap si paket, “iya lah”.
Menjalani tiga kali pertemuan dengan siswa di dunia maya serasa sunyi di gurun malam, interaksi sungguh terbatas dan ada kalanya rumit untuk meraih hati siswa, membaca sikap siswa, belum lagi mengelola kelas daring sambil mendampingi buah hati di rumah, juga menambah daftar cerita belajar di dunia maya, pegang HP harus ngumpet, atau cari akal mengalihkan perhatian, buatkan gambar lalu sibocil yang kasih warna, kalo gak, kena bajak sibocil, alamat deh koneksi ke siswa terputus. Melaporkan kegiatan pembelajaranpun menjadi menu tambahan dalam administrasi guru dalam pembelajaran daring. Semua dijalani dengan ikhlas, dan selalu berusaha refleksi setelah pertemuan kelas daring. Daftar hadir online hampir 85% dapat diisi oleh siswa, namun masih ada kelas yang siswanya hanya 20% yang mampu menyelesaikan tugasnya.
Pembelajaran daring yang digunakan yakni dengan memanfaatkan blog pribadi yang dimiliki oleh siswa dengan menyimpan tugas di blognya masing-masing. Tugas berupa menulis artikel tentang pandemi corona dengan tenggang waktu 1 minggu atau selesai sebelum pertemuan berikutnya berlangsung, dan hasilnya sangat memuaskan meskipun tidak sampai 90% siswa yang siap menyelesaikan tugasnya. Namun disisi lain masih ada saja kelas yang hanya 20% siswanya yang menyampaikan tugasnya, ditunggu kok sepi ya, siswa kalem bingit belum menyampaikan tugasnya, akhirnya jurus terakhir dengan berfikir positif, oh mungkin paket data habis, jaringan tidak ada, atau kesulitan ngerjain tugas, tapi kalau kesulitan gak juga tanya, ya sudah lah, semoga badai corona cepat berlalu, memaksakan?, mengancam?, bukan jalan keluar.
Kondisi yang demikian, guru mencoba dengan metode yang menurutnya paling sederhana yakni mengajak siswa untuk mengungkapkan pendapat mereka tentang strategi pemerintah di bidang pendidikan dalam menghadapi pandemi Corona yakni mengenai "belajar di rumah aja", Siswa diminta untuk menceritakan kendala saat belajar di rumah, serta solusi mereka saat menghadapi kendala tersebut. Siswa cukup menuliskan pendapatnya dengan chat ke WA group, ternyata ada peningkatan jumlah siswa yang mampu menyelesaikan tugas dibandingkan sebelumnya. Terdata 12 siswa dari 18 siswa yang hadir secara online, mampu mengungkapkan pendapatnya ke WA group sementara tugas sebelumnya hanya 4 siswa yang siap menyelesaikan tugas, dengan batas pengumpulan sampai 1 minggu. Pembelajaran dengan media apa saja tidak masalah yang utama kompetensi dasar tercapai, dalam hal ini yakni siswa mampu menyajikan hasil analisis tentang ancaman terhadap negara dan upaya penyelesaiannya di bidang ipoleksosbudhankam.
Belajar melalui WA group justru lebih efektif, selain siswa sudah sangat familiar menggunakannya, siswa tidak terbebani dengan paket data, jaringan internetpun sangat bersahabat alias gak lemot. Kemudahan lain dengan menggunakan WA group, siswa tetap bisa membaca ulang chating diskusi dan tugas yang di share di WA, sehingga siswa yang terkendala dengan masalah jaringan dan paket data yang belum terbeli, masih bisa mengikuti pembelajaran daring, dengan catatan siswa diberi tenggang waktu yang cukup untuk menyelesaikan tugasnya, dan guru tidak jenuh selalu memotivasi siswa sehingga siswa tidak tertimpa sakit malas.
Guru bisa mengadosi gaya belajar online melaui WA group yang digagas Komunitas Seluruh Guru Ngeblog (KSGN), terlihat sederhana, namun diskusi bisa berjalan dengan lancar, cetar membahana. Belajar online dengan 20 orang Narasumber Nasional dan Internasional , terlihat sangat bermakna, menginpirasi. Peserta mendapat tugas untuk meresum hasil belajar online, pertemuan daring ditargetkan 30 kali pertemuan, artinya jika peserta belajar online disiplin membuat rangkuman hasil belajar online Selama 30 kali pertemuan maka peserta dimungkinkan dapat menerbitkan 1 buku, fantastis bukan? Dengan WA group ada produk yang dihasilkan. Sementara target belajar online untuk siswa bisa diawali dengan hal yang sederhana, menyampaikan pendapat (opini) tidak harus banyak paragraph, satu paragraf opini yang disampaikan siswa sudah lebih dari cukup, disela-sela opininya guru memberi motivasi untuk siswa
Guru mendokumentasikan opini siswa yang dirangkum dan ditulis dengan kemasan judul Cerita Siswa dan Guru Menatap Pembelajaran Daring. Rangkuman berikut merupakan bagian tugas pembelajaran daring. Siswa diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya tentang kendala dalam mengikuti pembelajaran jarak jauh atau belajar di rumah aja, serta solusi menghadapi kendala tersebut. Dengan hati bijak serta menyisipkan motivasi, guru membaca opini siswa.
OPINI SISWA
Saya sulit mengerjakan tugas dari jarak jauh karena tanpa seorang bimbingan guru dalam belajara saya susah memahami,walaupun ada buku dan google saya tetap susah dalam belajar apalagi terlalu banyak tugas yang diberikan bapak ibu guru, dan penyakitnya rebahan terus dikasur, saya mensikapi dengan berdoa, dzikir, tadarus, berbuat baik. Semoga apa yang menjadi hambatan dalam belajar segera dihilangkan, semua penyakit diangkat dari muka bumi ini, dan pada intinya dekatkan diri pada Allah SWT.
Saya merasakan belajar atau kelas online sangatlah tidak efektif karena hanya digunakan untuk memberikan tugas semasa liburan bukan menambah wawasan siswa untuk kedepannya malah membebani siswa karena tugas yang diberikan terlalu banyak dan belum tentu semua siswa dapat mengerjakan tugas tersebut karena masih ada kesibukan lain dirumah. Jika memang diliburkan untuk mencegah rantai penyebaran COVID-19 kenapa anak-anak tidak diberikan pelajaran mengenai COVID-19 tetapi malah diberikan pelajaran yang sangat banyak seperti di sekolah, belum lagi tugas-tugas yang diberikan membuat saya merasa terbebani. saya pikir sekolah online itu menyenangkan ternyata tidak sama sekali, untuk mengatasinya cukup pelajari apa yang saya mengerti dan saya senangi daripada saya harus mempelajari semua mapel sedangkan saya hanya merasakan stress dan tidak mendapatkan apa-apa. Dan terus berdoa serta usaha.
Saya sangat sulit dalam belajar
online karena tidak ada penjelasan dari guru, contohnya matematika siswa menjadi
tidak paham dalam belajar dan tidak ada penjelasan yang lebih mendalam, cara mengatasi
kesulitan dalam belajar saya bertanya kepada teman yang sudah mengerti atau
dari google chrome maupun ruang guru
Motivasi Guru : Selamat ya…kalian menjadi siswa tangguh, bekerja keras dengan belajar mandiri
Penjelasan
yang diterima kurang dipahami
sepenuhnya, tugas yang banyak membuat siswa “keteteran” dalam mengerjakan tugas
tersedia, cara mengatasi kesulitan tersebut
saya menggunakan fasilitas yang ada di irumah, menggunakan internet, searching pelajaran
dari internet , dan menciptakan suasana yang tenang pada saat belajar.
Kesulitannya adalah soal yang diberikan
susah untuk dipahami dan dimengerti, tugas numpuk, susah untuk berbagi pendapat
dengan teman, cara mengatasi kesulitan tersebut dengan cara bertanya pada yang
lebih tau atau dengan guru mapel itu sendiri atau mecari jawabannya di
internet.
Motivasi Guru : Berjuanglah lebih keras, saat tujuanmu tercapai, kebahagianmu tidak bisa ditukar dengan rupiah, bertahaplah dalam mengerjakan tugas, jangan biarkan menunda…..tetap semangat, hari-harimu pasti menyenangkan
Kesulitannya adalah guru
terkadang memberikan soal yang sulit untuk dimengerti, saya juga tidak fokus
belajar secara online selama melakukan pembelajaran di internet banyak sekali
godaan yang menganggu peroses pembelajaran entah itu menonton film bermain game
dan sosial media, cara mengatasi kesulitan tersebut dengan bertanya kepada
teman yang lebih memahami soal itu dan
selama dalam pembelajaran berlangsung saya menonaktifkan semua notifikasi sosmed agar
tidak menganggu konsentrasi saya dalam belajar.
Saya kesulitan saat menggunakan
aplikasi seperti google classroom, dan tidak mengerti gimana cara mengerjakanya,
cara mengatasi kesulitan tersebut saya bertanya
sama teman sekalas jika tidak paham menjawab soal
Motivasi Guru : Kalian sesungguhnya siswa cerdas, mampu menemukan kesulitan kalian dan mampu menemukan solusinya
Ada siswa yang dapat menerima kegiatan belajarnya secara lancar dan tepat tanpa mengalami kesulitan, disisi lain tidak sedikitpula yang dalam belajarnya mengalami berbagai kesulitan. Kesulitan siswa ditunjukkan dengan adanya hambatan-hambatan tertentu untuk mencapai hasil belajar. Guru mempunyai peran yang penting dalam mengatasi kesulitan siswa dalam belajar. Seorang siswa dikatakan bahwa dia mengalami kesulitan dalam belajar yaitu ketika dia tidak mampu mencapai taraf hasil belajar yang sudah ditemukan oleh guru. Guru hendaknya untuk senantiasa melaksanakan refleksi usai pembelajaran, sehingga kesulitan-kesulitan yang dialami siswa segera ditangani.
Pembelajaran daring hakikinya membentuk siswa lebih dewasa, lebih mandiri, mampu menghadapi tantangan seberat apapun, mampu menemukan solusi, memecahkan sebuah masalah yang kelak akan ditemui dunia kerja, siswa akan lebih siap dan tangguh saat tantangan dan hambatan ditemukan dalam hidupnya. Skill akan tumbuh secara alami tanpa paksaan ini hanya ditemukan dipembelajaran jarak jauh, namun demikian bukan berarti pembelajaran jarak jauh tidak memiliki kelemahan, jaringan internet, paket data, penyampaian pesan secara langsung lebih mudah dimengerti dibandingkan melalui tehnologi.
Belajar di rumah saat pandemi corona menjadi suatu yang wajib, sampai kapan berakhir? Semua berharap secepatnya, guru ditantang untuk lebih tangguh, mampu menemukan metode yang tepat untuk siswa. Belajar di Rumah Aja, untuk memutus mata rantai corona.
Tanjung Selor, 08 Maret 2020
👍 sukses selalu ibu
BalasHapus