Jumat, 03 April 2020

Antologi Puisi Siswa XI MIPA

HATI TERSENYUM BERSAMA 
SOSIAL DISTANCING 



Meidawati


Sosial Distancing?
duh, namamu akrab didengar
disetiap jalan pemukiman
disetiap sudut kehidupan
disetiap detik perjalanan
dirimu diperdengarkan
seribu ekspresi menyambut
wajah muram
hati terkurung
gerak terbelit
langkah tersendat
angan yang macet
berhenti berfikir

Lupakan ekspresimu
keselamatan menantimu
hatimu yang tersenyum
menyembuhkan seribu kegundahan
kepanikan, ketakutan
tersenyumlah hatimu
bersama sosial distancing
sambut Corona dengannya
Corona rela meninggalkan kita
kemas sosial distancing dengan cita
tumbuhkan kreativitas dibalik pintunya
sambutlah prestasimu di era corona

Tanjung Selor, 03 Maret 2020




TAMAK
Rahmad Puja Safitransyah

Pernahkah diukur
Sudah sejauh apa raga kita ini..
Pernahkah terlintas
Badai apa yang menghantam dan menjadikan jarak ini...

Semua iba pada keadaan ini..
Semua menengadahkan tangannya..
Seraya mengharap jika ini mimpi kita bersama...

Hah, bukan kah ini karena mu begitupun aku..
Diri bagai kelopak segar, sedang saat ini terkapar layu di tanah..
Berhenti menjadi dua..
Langit dan bumi heran..
Kita tamak sedang sewaktu waktu kita bisa musnah...
Jarak ini pengingat agar hati tidak selalu berpaling...

Tanjung Palas, 03 April 2020





NOLEP
Anugrah Ferdy

Kusimpan kerinduan yang mendalam
Dibalik bilik yang kutermenung 
Menahan rasa ingin berjumpa
Kusandarkan lubuk hatiku pada sepucuk puisi ini

Kenangan manis itu seakan sirna
Terlahap oleh ganasnya virus corona
Yang membuat semua hanya kenangan
Yang membuat manis menjadi pahit

Akibat ganasnya ulahmu
Hati ini kembali merana
Menunggu nasib yang tak pasti
Hingga membuat tangisan kerinduan

Namun, ku hanya bisa berdoa
Hanya itu yang bisa kulakukan
Hingga badai ini berlalu 
Dan melihat sang fajar kembali

Tanjung Palas, 3 April 2020






DIRUMAH AJA
Muhammad Athoriq Zikrullah

Disaat ini.....
Rindunya akan sekolah 
Canda dengan teman
Belajar bareng
Tidur dikelas 
Dihukum guru
Ketemu doi
Dan momen terindah
Yang tak terlupakan

Kini..... semua itu hanyalah khayalan
Awal tahun yang buram
Terjebak berkat sosial distancing
Tugas-tugas merajalela
Jiwa terjangkit semakin tinggi
Semua ini ulah si kecil 
Memapar negeriku tanpa ampun

Si kecil ini ialah Corona
Wujud seperti jin 
Tak terlihat namun menyakiti
Merenggut siapa saja
Yang berpapar dengannya
Hingga ulil amri turun tangan 
Membuat kebijakan
Hanya dirumah
Dan terus dirumah.....
Ya Allah selamatkan negeriku

Tanjung Palas, 3 April 2020







GEMA SUKMA JAGAD
Neja Yurike Prilisnia

Terdengar riuh gemuruh jeritan  menyayat sanubari
Jeritan dari atap Negeri 
Mermohonan pada Gusti  segera pulih
Pulih menuntun kedamaian bathin

Kita menyapa
Kita saling melihat
Namun kita tidak saling sejalan
Bertatap via moderenisasi

Jarak menjauhkan rasa
Rasa yang tertekan ambisi
Sikecil corona membuat riuh jagad
Membuat semuanya saling bertirai untuk melindungi jiwa

Mungkin jiwa menjerit
Nadi berdenyut gemuruh
Telah habis titah untuk ini
Semoga angin surga secepatnya berhembus pada jagad ini

Sehatlah raya
Jaga hatimu  kuat bertahan menerpa badai ganas 
Kuatlah jagad, yakinlah engkau bisa memadamkan riuh kobaran ini
Bermohon bersama didalam naungan Gusti Agung
Diselingi mutiara bergelimang disela pelipis ibu pertiwi
                         
 



TERJEBAK SOSIAL DISTANCING
Alia Putri Anastasia

Dulu.. Aku bebas bermain ria
Tak peduli berapa banyak yang mencoba menghentinkan
Berlari kesana kemari
Tertawa riang


Kini, semua sirna
Sungguh awal tahun yang menyedihkan
Semua tak lagi kulakukan
Aku terjebak
Terjebak oleh Social Distancing

Social Distancing memaksaku untuk rehat
Rehat dari dunia yang benar-benar kacau
Aku benci Social Distancing
Aku harus jujur
Aku kehilangan akal
Aku merindukan teman-temanku


Tanjung Palas, 03 April 2020






Social Distancing Change The World
Nunuy Nur Alfia

Social Distancing....
Sebuah kalimat yang kini sudah tak asing
Social distancing
Sebuah kalimat yang mampu membuat perubahan di bumiku
Kalimat yang membuat semua isi bumi berubah..
Kalimat yang membuat hidupku terasa bosan
Kalimat yang membuat bumiku terasa sepi
Namun.. 
Tanpa kalimat itu..
Bumiku tidak akan sampai saat ini
Bumiku...
Kumohon..
Lekas sembuh lah..
Aku rindu akan keramaian
Aku rindu akan kebersamaan
Dan, aku rindu akan kawan-kawan...

Tanjung Palas, 03 April 2020






Usaha Besar hentikan Corona
Ega Rahmawan El Fitra

Korban-korban berjatuhan 
Corona menggila dengan cepat
melakukan pemusnahan 
Menjadi ancaman dunia

Orang-orang membutuhkan pertolongan 
Tenaga medis kewalahan 
Karena menumpuknya korban
Lalu apa yang kita tunggu
 
Masa depan
Bergantung pada kita
Pembatasan sosial kita lakukan 
Berdiam di rumah jadi jawaban

Kita tetap harus tenang
Turuti perintah 
Lakukanlah social distancing 
Jangan membantah

Hentikan penyebarannya
Lawan dengan berdiam dirumah
Tak usah berkumpul
Sampai penyebarannya terhenti





MIMPI YANG PANJANG 
Andi Kurniawan 

Kedatanganmu...
Tak pernah kami inginkan 
Kedatanganmu membuat kami takut
Kami selalu berharap badai ini segera berlalu

Social distancing....
Telah membuat jarak diantara kita 
Mengubah semua keinginan menjadi kehampaan
Mengubah jiwa yang berani menjadi ketakutan
Membuat kami merasa kehilangan semuanya

Disinilah kita benar benar di uji
Disinilah kita benar benar tahu 
Seberapa mahal harga maskermu
Tak bisa melawan takdir yang telah di tentukan 

Cepat membaik duniaku...
Kami tak ingin ada jarak di antara kami 
Sudah cukup membuat kami takut 
Segeralah terbangun dari mimpi panjang ini .

Tanjung Palas, 03 April 2020







Super Hero Mini
Rizal Luhur Prasetyo


Hari demi hari yang sunyi
Telah kulewati
Dengan tugas datang tiada henti
Ditambah rasa bosan tak pernah terganti

Super Hero kecil banyak yang mengeluh
Tentang ini dan itu
Semua karena wabah
Wabah yang membuat kita lemah

Daerah demi daerah telah terpagari
Daerah keramaian menjadi hutan sunyi
Sampai kapan kita seperti ini?
Membatasi sebuah interaksi

Mari kita berjuang dan berdoa
Pergilah engkau wabah berdosa
Jangan lagi mengganggu kami
Para Super Hero Mini

Tanjung Selor, 03 April 2020






HANYUT KESENDIRIAN
Nerika Syaifilla Putri 

Aku remaja... 
Yang berkelana... 
Aku tak tahu harus kemana
Kini aku dirumah saja
Karena Virus yang mendunia

Aku cemas... 
Karena tak bisa berkemas 
Aku takut... 
Karena cuitan di internet 
Aku kehilangan 
Karena aku kesepian 

Aku ingin bercengkerama 
Aku ingin tertawa
Aku ingin memegang tangannya
Aku ingin memeluknya
Tanpa merasakan social distancing

Tapi tenang... 
Aku yakin ini berlalu
Dan akan terkenang
Walau dengan mata sendu

Tanjung Palas, 03 April 2020




Ku sambut Corona dengan sosial distancing
Parida Pitriyani

Gemamu menggaung ke penjuru Dunia
Bahkan tak peduli pada Negara Adikuasa
Hingga menyelinap kepelosok desa
Adakah pesan yang  kau bawa?
Mungkin manusia ini butuh peringatan!
Mungkin juga sebuah teguran!
Dengan semua kelalaian
Atas semua kesombongan.

Biarlah hadirmu menyemai setiap hati
Agar lebih banyak muhasabah diri
Dengan semua kesalahan selama ini
Dan mengingat pada Tuhan bakal kembali.
Himbauan mengisolasi diri
Kini telah berjalan hingga kini
Semoga kita bisa menginsapi
Tak sebatas mengurangi interaksi.

Hati yang pada Tuhanya tunduk
Tidaklah cukup merasa takut
Ketika ajal menjemput
Tapi, evaluasi diri tak putus.
Jika bekal dirasa tak seberapa
Akan terus mengiba
Agar diberi waktu untuk beramal
Menghadap dengan selamat.
Semoga prahara ini cepat berlalu
Di bumi pertiwiku
Yang kita cintai selalu.
RUMAH
Wachid imam prayogo 

Tidak ada yang menduga
Tidak ada yang menyangka
Virus buatan orang Asia timur
Bisa mewabah ke Seluruh Dunia

Siapa yang mengira Mereka sekarat!
Terbaring Tak Berdaya
Dengan Alat Pembantu Pernafasan
Jiwa Mereka ada di langit,
Melihat tempat tidur rumah sakit putih itu,
Tempat tidur jelas tubuh mereka,
Masih wajah yang familiar di tubuh.

Membantu Garda Terdepan
Lebih baik aku tak kemana mana
Berdiam diri di rumah 
Daripada Harus Menjadi Suspect Selanutnya
...........,...........,..............,............,...........,.............







Tentang Dia yang Datang
Nur Rahmadhaniah

Kau begitu kecil dan mematikan....
Diri mu berbahaya, lebih berbahaya dari yang terduga....
Awalnya hanya sekedar jadi candaan...
Namun, kau buktikan dirimu bukan candaan kepalusan....

Hadirmu menggeparkan dunia,..
Karena mu, kepanikan ada..
Ketakutan terwujud...
Pembatasan dibuat hanya untuk memenjarakan dirimu...

Namun, pembatas itu tidak lebih bagai penjara di dinginnya musim...
Dirimu adalah kemarau di bulan april yang panjang....
Membuat dahaga sosial terbentang haus...

Aku rindu segala sebelum kehadiranmu yang jauh...
Segala yang pernah aku lukis dengan coretan pena di atas kertas putih...
Rindu ku kadang tak terbendung di antara gejolak masa..
Social distancing pembatas antara mereka yang dekat...

Ku harap hadirmu lekas henti,.. 
Kembali lah wahai utusan...
Kini kami tak berdaya terhadapmu..
Curiga dan ragu terombang-ambing..

Iya atau tidak...
Istirahat adalah jalan untuk damai...
Dari gemerlapnya dunia, emas..
Terlena dan terombang-ambing perahu layar di tengah samudra...
Itu lah diriku yang sekarang...

Ya ilahi...
Ampuni kami yang sudah jauh,..
Dan terima kasih telah menggingatkan...
Bahwasanya dunia tempat sementara...
Usia, umur sglanya tak ada penutupnya, hanya kata 'pasti'...

Tanjung palas, 03 April 2020






Pesan dan Harapan
Zulkifli

Hari Ini penuh dengan kekhawatiran
Kekhawatiran akan berita penyebaran
Penyebaran penyakit yang berasal dari wuhan
Akhirnya, social distancing menjadi sebuah pilihan

Dan kini...
Tidak ada perkumpulan-perkumpulan lagi
Jalanan-jalanan menjadi sepi
Tempat-tempat ibadah kini telah sunyi
Rasa takut telah menyelimuti
Sekolah-sekolah di liburkan 
Tugas-tugas telah di berikan
Tetapi masih ada saja siswa yang berkeliaran

Tidak mau mengikuti aturan yang di tetapkan
Sadarlah kawan
Wabah ini selalu mengintai di sepanjang jalan
Wabah ini dapat menyebabkan kematian
Hentikan sejenak berkeliaran
Agar kita dapat memutus rantai penyebaran
Ya Illahi...
Ampunilah kami
Kami lupa akan diri kami
Dengan dosa-dosa, kami menyombongkan diri
Lindungilah negeri kami
Dari segala keburukan dunia ini


Tanjung palas, 03 April 2020








NASIB BAIK PENUH HARAPAN 
Oleh : Ummi Nur Hidayati 

Banyak orang tak peduli 
Hingga timbul kasus berkali-kali 
Terlalu angkuh diri sendiri 
Hingga lupa ada orang lain di bumi 

Kita sedang tidak sehat 
Bumi sedang ingin rehat
Dunia sudah penat
Melihat manusia terlalu asik dalam lubang ketidakpedulian 

Jalanan kini rendah polusi 
Padahal dulu kian membatasi
Orang jualan menjadi sepi
Padahal dulu banyak orang berambisi 

Jadwal temu menjadi berantakan 
Hanyalah rindu yang bisa ditahan 
Inginku beranjak di keramaian 
Namun, semua tempat telah berubah layaknya kuburan 

Covid-19 virus corona
Kini memberi jarak untuk kita
Social distancing
Mampu membuat kita menjadi pening

Kini dunia tampak muram
Semua jiwa menjadi bungkam 
Jabat tangan seperti barang haram 
Kini, dunia tak lagi ramah lagi

Semua kangen semua rindu
Ingin secepatnya adanya temu
Ingin menikmati kehidupan seperti dulu
Namun harus menunggu waktu berlalu 

Cepatlah hilang cepatlah berlalu 
Wahai bencana hantu! 
Karena disini kami ingin secepatnya tidak ada lagi pilu

Ayolah kawan
Beristirahatlah sejenak 
Bumi sedang butuh bantuanmu 

Nikmatilah hidupmu yang sebenarnya 
Mengingat Sang Pencipta 
Memohon ampun atas segalanya Bu
Social distancing

Tanjung palas, 04 April 2020







Nurbaya

"Bagai mimpi"

Aku serasa orang aneh 
Tiap hari berkutat dengan ganas tugas
Tak ada teman untuk berbagi suka dan duka saat ini 
Hidup didunia teras sendiri

Seketika ku tersadar mengapa hari ku begini saja 
Tak ada penyeimbang ......
Tak ada pengobatan yang dapat lakukan hanya diam dam bersabar 

Mungkin hanya ini... yang dapat kulakukan 
Sabar menunggu 
Dalam melewati semua ini 
Dan entah sampai kapan......

BOSAN 
Ahmad Gerry Andra Silaban

Pagi yang cerah menyelimutiku
Sinar fajar mulai menghampiriku
Aku beranjak dari tempat tidur
Lalu pergi dengan rambut tak teratur

Berawal dari tempat hiburan
Hingga kini berada di pedalaman
Oh corona...
Berita ini membuatku kesal

Social distancing
Dua kata pemutus rantai
Pemerintah mempercayakanmu
Untuk menyelesaikan petaka ini

Akupun bosan...
Bukan karena jarak saja
Tetapi karena tak ada penyeimbang
Penyeimbang canda tawa dan sedih

Social distancing
Jarak yang kau buat membuatku bosan
Kutitipkan rasa bosanku ini
Bersamamu dalam melawan corona

Tanjung Palas, 03 April 2020






BERJARAK SEMENTARA
Ayu Silvia Sari


Bumi pertiwi kita saat ini tengah bersedih
Bersedih karena satu hal yang tak kasat mata
Namun sangat mematikan
Hilang sudah canda tawa
Hilang sudah kegembiraan
Beralih menjadi kesedihan

Tidak ada lagi kendaraan yang berlalu lalang
Tidak ada lagi perkumpulan anak muda
Dan tidak ada lagi jalan jalan untuk mengusir rasa bosan
Yang ada hanya rasa khawatir yang tak kunjung reda
Memaksa kita untuk tetap waspada

Social distancing.... 
Kata yang jarang didengar namun kini selalu diperdengarkan 
Kata yang baru baru ini didengar oleh orang awam
Sebagian orang bahkan tidak mengetahui artinya
Hanya dua kata namun mampu memberi jarak dengan orang disekitar

Tapi tak apa, karenamu banyak nyawa yang selamat
Karenamu dapat memberikan rasa aman
Dan karenamu pula kami terhindar dari pandemi itu
Bukankah memang sebaiknya berjarak sementara daripada berpisah selamanya? 

Tanjung Palas, 3 April 2020






SEMENTARA
Aulia Ayu Firnanda

Ini haya soal jarak
Ini hanya soal waktu
Jarak yang memaksa kita,
Untuk tidak bertemu sementara waktu

Cepatlah berlalu
Aku rindu gemercik jumpa
Aku rindu canda tawa bersama
Aku dibuahi hasrat menyapa

Social distancing...
Jangan kau hantui kami dengan namamu
Sudah cukup sampai disini saja
Aku ingin kembali seperti kondisi semula

Kini kondisi sudah tak sama
Aku disini
Dan dia disana
Sementara aku menepi
Dan sementara aku bungkam tak tau apa yang harus kulakukan

Sementara bumi berduka
Sementara surya meredup
Sementara angin kehilangan semilirnya
Kucurahkan doa yang abadi pada Tuhan
Semoga kesementaraan ini cepat berlalu

Tanjung palas, 03 April 2020





"Jarak Memintal Rindu"
Jeny Rolita 

Jarak....
Angka yang menunjukkan seberapa jauh aku dan kamu berubah posisi.
Jarak juga merupakan pemisah.
Dalam kasus ini semua insan.
Aku, kamu dan mereka menjadi renggang.

Dulu jarak memang tak sebesar ini.
Angka itu membesar ketika Covid-19 masuk ke tanah air tercinta.
Apakah masih ingin bertemu?
Apakah masih ingin berbicara?
Tetapi kurasa, jarak yang tercipta oleh kita sama saja.

Lalu apakah yang harus aku lakukan?
Menyerah pada jarak yang membengkak?
Membiarkan semua tanpa kepastian?
Tidak, yakinlah semua pasti berlalu.

Perihal jarak, bisa membuat rindu membludak.
Tenang, laporkan rindu kepada Sang Maha Tau.
Biarkan Ia yang mengatur segalanya.
Dan membuat kita terpana akan kekuasaan-Nya.

Tanjung Palas, 03 April 2020.





PULANG
Anna natasya

Sudah cukup Holidaynya
Sudah cukup jalan keliling dunianya
Sudah banyak orang jadi korbannya
pulang ya, jangan datang lagi.

Aku tau..
Dari kamu kami belajar hidup lebih bersih,
Dari kamu kami belajar tidak Sombong
Dari kamu pun kami belajar cuci tangan dengan sabun..
Dan karena kaulah kami duduk dengan keluarga di rumah.

Awalnya kami tidak ada waktu dirumah, 
Tidak ada canda gurau menghiasi rumah
Dan kini karena kamulah
kami menikmati sinar matahari sampil berjemur diri bersama.

Hari ini sudah banyak pelajaran yang kami dapat darimu.

Pulang ya..
Kami mau menyambut Hari Raya 
Kami mau berkumpul kembali dan beribadah
Sebentar lagi teman-temanku ingin menyambut Bulan Suci yang akan segera menghampiri

Kami rindu duduk bersama,
kami juga lelah duduk terus dirumah.
Kami ingin saling silahturahmi
Kami ingin tetap terjalin dangan
baik antar umat beragama.

Corona, terima kasih ya..
pelajaranmu hari ini sangat luar biasa
Hari ini akan kami ingat dan kenang sampai nanti.

Corona, pulang ya..
Jangan datang lagi
Corona, diam saja ya di rumahmu
Aku tau kau juga pasti lelah kan berkeliling?
Semoga Tuhan cepat membelikan
tiket untukmu pulang.

Gunung seriang, 03 April 2020.





"sang perenggut"
Dahliya

Corona virus
Kau yang merengut nyawa masyarakat ku
Kau yang merengut nyawa pahalawan ku
Pahlawan pahlawan yang merawat masyarakat ku
Serta kau juga merubah cara hidup ku

Corona virus
Dulu masyarakat kami hidup tenang
Tapi dengan kehadiran mu membuat kami menjadi gersang

Corona virus
Cepat lah engkau berlalu
Sungguh engaku membuat ku ragu
Ragu pada masa depan ku
Karena aku tidak bersekolah karena mu

Tanjung Palas Ulu, 3 April 2020






"JAUHKAN DIA dan DEKATKAN KAMI"
Ika Widya Lestari


Oh tuhan..
Tolong pertemukan kami 
Aku tidak sanggup
Aku tidak sanggup lagi ya tuhan
Tolong pertemukan kami...

Ya tuhan..
Aku sedang merindukan teman temanku
Dengan Canda dan gurau mereka
Aku bahagiaa
Dan semua telah Kami lewati bersama 
Dalam susah maupun duka..

Oh tuhan.
Apakah ini teguran untuk kami...
Yang sudah lalai dari perintahmu..

Maaf kan kami ya tuhan
Mungkin..
Ini bukan hanya sekali kami meminta maaf kepadamu
Bahkan sudah berkali kali

Ya tuhan..
Tolong jauhkan dia dari kami
Agar kami bisa berkumpul kembali..
Dan bisa bergembira dan gurau lagi...

Tanjung palas, 03 April 2020





"Salam 1 Gerakan"
Sindy Juniarti

Dunia dilanda musibah
Semua menjadi gelisah
tapi kau (petugas medis)di garis terdepan
Membantu menyelamatkan jiwa tanpa kenal lelah

Dunia dalam cerita duka
Bencana menyulut derita
tapi kau (petugas medis) memberi harapan
berkabar tak peduli bahaya
Badai ini pasti akan berlalu

Bersama kita menyatukan doa
Wabah covid-19 ini pasti akan musnah
dan senyuman kembali merekah

Tak ada yang lebih kuat
bila hati telah erat bertautan
Tak ada yang lebih indah
Hanya  social distanching yg harus kita terapkan

Untuk memulihkan dan memotong rantai penderitaan

Salam 1 gerakan
#dirumahaja

Tanjung Palas, 3 April 2020






"DATANG AKAN PERGI"
Widhi Rachmatsyah


Badai telah datang 
Bumi sedang tidak sehat
Terdengar doa-doa yang tulus
Agar badai ini berlalu

Tak ada sapaan dari orang-orang
Tak ada perkumpulan yang bercanda tawa
Tak ada senyuman dari bumi ini
Tak ada senyum dari orang-orang

Wabah ini akan berakhir
Orang-orang akan kembali berkumpul ria
Senyuman ada dimana-mana
Dan tak ada lagi jarak dan korban jiwa

Bumi, 3 April 2020





TOLONG PERGILAH
Zahratunnaimah


Kau hadir tampa diminta
Kau datang merusak segalanya
Kau telah merusak segala rencana
Kau membuat rusuh dunia

Yaaah kau corona
Kau makhluk tak terlihat
Tapi dampakmu sangat dirasakan
Mahkotamu sangatlah indah
Tetapi dari keindahan itu
Sebuah kematian menanti

Kau tau corona..
Hadirmu membuat hati cemas
Kau tau kenapa..
Bulan mulia sedang beranjak mendekat
Kami ingin menyambutnya
Dengan hati yang tenang

Tolong corona..
Pergilah jangan pernah kembali
Tolong corona..
Pulang lah ke asalmu

Ohh Robb..
Angkat kembali makhluk kecilmu ini dengan tenang tuk selamanya

Tanjung palas, 3 April 2020





"RENTANG"
Intan Kurnia


Puing-puing rasa aman
Kini berserakan tak beraturan
Dalam lembap hujan yang kian mengering
dan ruam-ruam di muka bumi
Jeda sebuah pertemuan jadi solusi

Sapa setiap umat
Tak lagi terdengar diantara pergantian cahaya
hidup
Lagi doa-doa orang yang lalai
harap cemas akan hal yang diperparahnya sendiri

Jarak mengajarkan akan kesabaran
Walau ketidaksabaran selalu menghantui menuntut bertemu
Ketidaksabaran hati yang sepi
Habis tertelan waktu yang tak bisa menunggu
Akan selalu ada harapan yang menanti sebuah pertemuan

Tetapi kini, jarak lah yang menjadi peran utama bagi setiap hembusan nafas
Agar tak menyaksikan riak kepedihan
Yang menjadikan sebuah jarak lebih menyakitkan
Walau benar adanya jarak dapat mempertahankan sebuah harapan.

Tanjung Palas, 03 April 2020



                   

1 komentar:

  1. Mantuuuul... Hhee kalo saya termasuk yang agak awam di dunia perpuisian 😄

    BalasHapus

SUNSET EKSOTIK DI TEPIAN KAYAN TANJUNG SELOR

Lokasi , atraksi utama, dan keunikan utama yang dimiliki